Dolar Menguat Pasca The Fed Tak Ubah Suku Bunga

Dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu (30/7) setelah Federal Reserve (The Fed) tidak mengubah suku bunga acuan AS, sejalan dengan ekspektasi Pasar tetapi menolak tekanan dari Presiden Donald Trump.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memberikan suara 9-2 untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap di kisaran 4,25%-4,50% untuk pertemuan kelima berturut-turut.
Wakil Ketua Pengawasan Michelle Bowman dan Gubernur Christopher Waller, yang ditunjuk oleh Trump, tidak setuju, dan lebih memilih untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dalam jumpa pers berikutnya, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ia memperkirakan proses yang lambat dalam memahami bagaimana Tarif perdagangan berdampak pada inflasi.
Sebelumnya, data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS rebound lebih dari yang diperkirakan pada kuartal kedua, tumbuh sebesar 3% dibandingkan dengan perkiraan 2,4% berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom.
Euro melanjutkan pelemahannya terhadap Dolar setelah keputusan The Fed dan saat Powell berbicara. Nilai tukar terakhir turun 1% ke $1,141775, menuju penurunan sesi kelima berturut-turut dan diperdagangkan pada level terendah sejak 11 Juni.
Euro juga di jalur penurunan bulanan pertamanya di tahun 2025, menyusul reaksi tajam terhadap kesepakatan perdagangan AS-Uni Eropa awal pekan ini.
Indeks Dolar melanjutkan penguatannya setelah The Fed. Indeks Dolar naik 0,96% ke 99,82, mencapai level tertinggi sejak 29 Mei dan berada di jalur untuk mencatatkan Penguatan bulan pertamanya tahun ini.
Imbal hasil Obligasi Pemerintah AS sebagian besar lebih tinggi. Imbal hasil Obligasi 2 tahun, yang biasanya bergerak sesuai dengan ekspektasi suku bunga The Fed, naik 6,6 basis poin menjadi 3,941%.
Perjanjian perdagangan yang dicapai dengan Jepang pekan lalu dan Uni Eropa selama akhir pekan menandakan komitmen baru AS terhadap keterlibatan global, meredakan kekhawatiran investor.
Fokus investor kini tertuju pada negosiasi antara Tiongkok dan AS setelah para pejabat sepakat untuk memperpanjang gencatan Tarif 90 hari mereka. Namun, Trump meningkatkan tekanan terhadap India dan Brasil pada hari Rabu.
Ia mengumumkan Tarif 25% untuk impor barang-barang India dari AS, yang akan dimulai pada 1 Agustus, dan menandatangani perintah eksekutif yang menerapkan Tarif tambahan 40% untuk Brasil, sehingga total Tarif menjadi 50%.
Data pada hari Rabu menunjukkan bahwa ekonomi Jerman mengalami kontraksi pada kuartal kedua, sementara ekonomi Prancis melampaui perkiraan.
Sorotan akan tertuju pada komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda karena investor berharap kesepakatan perdagangan antara Jepang dan AS akan membuka jalan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga pada hari Kamis.
Dolar menguat 0,55% menjadi 149,29 terhadap yen, setelah mencapai level tertinggi sejak 2 April. Terhadap franc Swiss, Dolar menguat 0,82% menjadi 0,81265 franc, mencapai level tertinggi sejak 23 Juni. (Arl)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.