Harga Minyak Menguat Berkat Perpanjangan Gencatan Tarif AS-Tiongkok yang Memicu Optimisme Perdagangan

minyak - Opec

Harga minyak dunia menguat pada Selasa, setelah Amerika Serikat dan Tiongkok memperpanjang jeda kenaikan tarif, langkah yang meredakan kekhawatiran akan eskalasi perang dagang yang berpotensi mengganggu perekonomian kedua negara sekaligus menekan permintaan bahan bakar di dua konsumen minyak terbesar dunia.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 27 sen atau 0,4% menjadi USD 66,90 per barel pada pukul 05.40 GMT, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 24 sen atau 0,4% menjadi USD 64,20 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang gencatan tarif dengan Tiongkok selama 90 hari, sehingga menghindarkan penerapan tarif tiga digit terhadap barang-barang asal Tiongkok di tengah persiapan pengecer AS menghadapi musim belanja akhir tahun yang krusial.

Perpanjangan gencatan tarif ini meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan dagang yang dapat mencegah terjadinya embargo perdagangan tidak resmi antara dua ekonomi terbesar dunia. Tanpa kesepakatan, tarif yang lebih tinggi dikhawatirkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, menurunkan permintaan energi, dan pada akhirnya menekan harga minyak.

Dukungan tambahan bagi penguatan harga minyak juga datang dari tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS. Data terbaru ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada September, menurut Priyanka Sachdeva, Analis Senior di Phillip Nova. Pemangkasan suku bunga biasanya mendorong aktivitas ekonomi dan permintaan energi, termasuk minyak.

Pasar minyak juga menanti rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada hari yang sama, karena hasilnya dapat mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Suku bunga yang lebih rendah kerap memberikan dorongan terhadap konsumsi dan sektor industri, yang pada gilirannya dapat memperkuat permintaan bahan bakar.

Namun, terdapat faktor penyeimbang yang berpotensi membatasi kenaikan harga minyak. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Alaska pada Jumat untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina. Hasil pertemuan ini bisa membawa implikasi signifikan terhadap pasokan energi global dan dinamika harga minyak di pasar internasional.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.