Harga Minyak Dunia Anjlok Tajam, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pasar Energi Global

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan drastis yang belum pernah terjadi dalam hampir enam tahun terakhir, dipicu oleh perkembangan geopolitik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu menjadi katalis utama yang mendorong aksi jual besar-besaran di pasar energi. Ketika risiko konflik yang sebelumnya membayangi mulai mereda, premi risiko geopolitik yang sempat mengangkat harga minyak pun perlahan menguap, memicu koreksi tajam.

Minyak mentah Brent sempat merosot hingga 16 persen dan turun di bawah level US$92 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mencatat penurunan terdalamnya sejak hampir enam tahun terakhir sebelum stabil di kisaran US$95. Pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut bahwa gencatan senjata ini bersifat kondisional dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz, memberikan sinyal kuat bahwa ketegangan akan mereda dalam jangka pendek.

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa negaranya menerima proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Pakistan. Ia juga menyatakan bahwa jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan dibuka kembali selama dua minggu dengan koordinasi militer. Keputusan ini sangat krusial mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan LNG global. Sebelumnya, ancaman penutupan selat ini telah mengguncang pasar dan mendorong harga energi melonjak tajam.

Meski harga minyak kini terkoreksi, dampak konflik sebelumnya masih terasa signifikan. WTI tercatat masih naik hampir 50 persen sejak konflik dimulai pada akhir Februari. Di sisi pasokan fisik, pembatasan pengiriman selama bulan April diperkirakan telah menghentikan lebih dari 9 juta barel produksi minyak per hari dari produsen utama di Timur Tengah, menurut estimasi pemerintah Amerika Serikat. Artinya, meskipun sentimen pasar mulai membaik, pemulihan pasokan tidak akan terjadi secara instan.

Kondisi ini diperkuat oleh pandangan dari Westpac yang menilai bahwa sistem komoditas fisik tidak akan kembali normal dalam waktu dekat. Analis Robert Rennie menjelaskan bahwa proses untuk menghidupkan kembali sumur minyak yang sempat berhenti, mengatur ulang tenaga kerja dan armada kapal, hingga membangun kembali stok kilang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara reaksi cepat pasar terhadap sentimen dan lambatnya pemulihan di sisi rantai pasokan.

Sebelum tercapainya jeda konflik ini, pasar diwarnai eskalasi militer dan ancaman keras dari Washington menjelang tenggat waktu yang ditetapkan oleh Trump. Bahkan, pada hari yang sama dengan pengumuman gencatan senjata, pasukan Amerika dilaporkan melakukan serangan ke lokasi di Pulau Kharg, meskipun tidak menargetkan infrastruktur energi. Ketegangan tersebut sebelumnya menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga minyak.

Dalam pembaruan harga di Singapura, kontrak Brent untuk Juni tercatat turun sekitar 14 persen ke level US$93,82 per barel, sementara WTI untuk Mei turun sekitar 15 persen menjadi US$96,42 per barel. Penurunan ini mencerminkan penyesuaian agresif pasar terhadap risiko yang sebelumnya dianggap tinggi.

Secara keseluruhan, penurunan tajam harga minyak ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap dinamika geopolitik. Meskipun ketegangan mereda memberikan kelegaan jangka pendek, ketidakpastian dalam pemulihan pasokan dan stabilitas kawasan tetap menjadi faktor penting yang akan menentukan arah harga minyak ke depan.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.