Emas sempat menyentuh level tertingginya minggu ini pada Kamis, namun gagal mempertahankan kenaikan tersebut dan kembali tergelincir tipis. Meski demikian, XAU/USD masih mampu bertahan di atas area $4.200 menjelang sesi Eropa, menandakan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk mendorong harga turun lebih dalam. Pelemahan emas ini terutama dipicu oleh penguatan tipis dolar AS, yang bangkit dari level terendahnya sejak akhir Oktober setelah rilis keputusan FOMC, serta meningkatnya minat pasar terhadap aset berisiko seperti saham.
Dolar yang sebelumnya melemah pasca keputusan The Fed kini mulai menunjukkan pemulihan perlahan, sehingga mengurangi daya tarik emas yang dihargakan dalam USD. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan secara teknikal karena menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Selain itu, iklim pasar yang sedang “risk-on” membuat sebagian pelaku pasar lebih nyaman menempatkan modal pada saham dan aset berisiko, alih-alih menambah posisi pada aset safe haven seperti emas.
Meskipun begitu, secara fundamental, emas masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan posisinya. Sikap dovish The Fed—dengan pemangkasan suku bunga serta sinyal tidak adanya kenaikan suku bunga agresif—berpotensi menahan penguatan dolar dalam jangka menengah. Suku bunga yang lebih rendah dan ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terlalu agresif ke depan merupakan faktor positif bagi emas, mengingat biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih rendah.
Selain itu, ketegangan geopolitik global, termasuk konflik Rusia-Ukraina serta berbagai risiko global lainnya, tetap menjadi alasan kuat bagi sebagian investor untuk mempertahankan emas sebagai aset lindung nilai. Faktor-faktor ini berpeluang membatasi tekanan jual dan menjaga agar penurunan emas tidak terlalu dalam. Pergerakan harga emas saat ini lebih terlihat sebagai fase konsolidasi sehat di atas $4.200, sembari menunggu pemicu baru dari data ekonomi AS dan pernyataan lanjutan dari para pejabat The Fed yang dapat menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Sumber : newsmaker.id
