Peningkatan Harga Emas Ditopang Permintaan Aset Safe-Haven
Harga emas mencapai rekor tertinggi, dipicu oleh permintaan aset safe-haven menjelang pemilu AS yang penuh ketidakpastian. Di awal perdagangan Kamis, harga emas tercatat di level $2,790.10 per ons, sedikit melampaui rekor sebelumnya yang dicapai sehari sebelumnya. Meskipun data ketenagakerjaan AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan angka PDB yang solid membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga besar oleh bank sentral AS, Federal Reserve tetap diperkirakan akan melanjutkan pelonggaran moneter pada pertemuan pekan depan. Biaya pinjaman yang lebih rendah cenderung menguntungkan logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Faktor-Faktor Pendukung Kenaikan Harga Emas Tahun Ini
Sepanjang tahun ini, harga emas telah meningkat lebih dari sepertiga, didukung oleh pembelian oleh bank sentral serta permintaan aset safe-haven di tengah konflik di Timur Tengah dan Ukraina. Selain itu, persaingan ketat dalam pemilihan presiden AS antara Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik menambah ketidakpastian pasar, memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman bagi para investor.
Prospek Emas Jelang Pemilu 5 November
Meskipun emas menguat tajam, pemilu AS yang akan datang pada 5 November dipandang sebagai peristiwa risiko besar bagi logam mulia ini. Menurut Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank A/S, pemilu ini dapat membuka peluang koreksi harga emas hingga lebih dari $100 per ons. Koreksi ini bisa terjadi jika ketidakpastian politik berhasil diredakan setelah pemilu, menurunkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas.
Pada pukul 7:30 pagi waktu London, harga emas spot sedikit turun 0,1% menjadi $2,783.55 per ons. Indeks Bloomberg Dollar Spot cenderung stabil, sementara harga logam lainnya seperti palladium, perak, dan platinum turut mengalami penurunan.
