Harga Emas Melemah Setelah Kesepakatan Dagang AS-Jepang Kurangi Ketidakpastian

Emas

Harga emas dunia turun pada hari Rabu, seiring membaiknya sentimen risiko pasar setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan dagang dengan Jepang. Selain itu, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap logam mulia ini.

Harga spot emas tercatat turun 0,2% menjadi $3.423,08 per ons pada pukul 08.04 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 16 Juni di sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga terkoreksi 0,2% ke posisi $3.435,90.

Kesepakatan dagang AS-Jepang ini menurunkan tarif impor kendaraan dan membebaskan Jepang dari tarif tambahan yang sebelumnya mengancam produk-produk ekspor lainnya. Sebagai gantinya, Jepang sepakat untuk mengucurkan paket investasi dan pinjaman senilai $550 miliar ke Amerika Serikat. Langkah ini secara langsung meredakan sebagian ketegangan dagang global, yang sebelumnya menjadi pendorong utama permintaan emas sebagai aset safe haven.

Menurut Han Tan, Kepala Analis Pasar di Nemo.Money, “Harga emas spot mengalami koreksi setelah kesepakatan dagang AS-Jepang mengurangi minat terhadap aset aman. Rebound dolar AS juga menekan harga emas, meskipun wajar jika pelaku pasar mengambil jeda setelah reli tiga hari berturut-turut.”

Indeks dolar AS naik tipis 0,1% terhadap mata uang utama lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak naik dari posisi terendah dua minggu. Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. Di sisi lain, penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan antara pejabat AS dan Tiongkok yang dijadwalkan berlangsung di Stockholm pekan depan. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kemungkinan perpanjangan tenggat waktu dalam negosiasi kesepakatan dagang antara kedua negara.

Selain itu, perhatian investor juga mengarah ke pertemuan kebijakan moneter The Federal Reserve (FOMC) yang akan digelar pada 29-30 Juli mendatang. Pasar secara luas memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Han Tan menambahkan, “Untuk mencapai rekor tertinggi baru, harga emas kemungkinan membutuhkan sinyal dovish yang signifikan dari pertemuan FOMC pekan depan.”

Secara keseluruhan, pelemahan harga emas mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Meskipun sentimen risiko membaik sementara, ketidakpastian jangka panjang masih bisa menjadi katalis positif bagi emas jika prospek ekonomi memburuk atau jika bank sentral kembali ke kebijakan pelonggaran.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.