Harga perak bertahan stabil di kisaran $37,8 per ons pada Rabu, 6 Agustus, setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Momentum positif ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga, seiring dengan melambatnya sejumlah indikator ekonomi utama Amerika Serikat.
Sinyal pelambatan ekonomi datang dari rilis data ISM Services PMI bulan Juli, yang menunjukkan pertumbuhan sektor jasa yang lemah, penurunan angka ketenagakerjaan, serta tekanan inflasi yang masih tinggi. Data ini memperkuat dugaan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan daya dorongnya, terlebih setelah laporan non-farm payrolls pekan lalu meleset dari ekspektasi analis.
Ekspektasi pelaku pasar kini mengarah pada kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebelum akhir tahun 2025, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada pertemuan bulan September mendatang. Pandangan ini diperkuat oleh pernyataan Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, yang kembali menegaskan sikap dovish-nya. Ia menyebutkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja yang rapuh serta minimnya dampak inflasi dari kebijakan tarif Presiden Trump menjadi alasan utama perlunya pelonggaran kebijakan moneter.
Selain faktor ekonomi, ketidakpastian politik juga turut memberikan dukungan terhadap harga perak. Pengunduran diri Gubernur The Fed, Adriana Kugler, memicu kekhawatiran terkait independensi bank sentral. Kepergian Kugler membuka peluang bagi Presiden Trump untuk menunjuk pengganti yang cenderung berpihak pada kebijakan moneter yang lebih longgar, sehingga menambah ketidakpastian arah kebijakan ke depan.
Kombinasi antara pelemahan ekonomi, sinyal dovish dari pejabat The Fed, dan dinamika politik internal telah menciptakan sentimen positif bagi aset-aset safe haven seperti perak. Jika tren ini berlanjut, harga perak berpotensi menembus level psikologis berikutnya, dengan dukungan kuat dari investor yang mencari lindung nilai terhadap ketidakpastian pasar dan kebijakan suku bunga jangka pendek.
Sumber : newsmaker.id
