EUR/USD Stabil di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Mata uang euro(Getty Images/iStockphoto)

Pasangan mata uang EUR/USD tetap stabil di kisaran 1.1660 pada perdagangan hari Jumat di Asia, setelah mencatatkan penguatan selama tiga sesi berturut-turut. Momentum kenaikan euro masih berpeluang berlanjut, seiring tekanan yang dihadapi dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan September.

Pasar global kini secara aktif mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral AS. Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin kini mencapai 93%, melonjak signifikan dari hanya 48% sepekan sebelumnya. Lonjakan ekspektasi ini dipicu oleh data klaim pengangguran awal AS yang naik ke angka 226.000, serta laporan ketenagakerjaan bulan Juli yang mengindikasikan melemahnya pasar tenaga kerja.

Faktor fundamental ini semakin mempertegas perubahan arah kebijakan The Fed, yang sebelumnya cenderung hawkish. Pasar menilai bahwa lemahnya data ketenagakerjaan memberi sinyal kuat bahwa bank sentral perlu mengambil langkah akomodatif guna mencegah perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

Di sisi lain, dinamika politik turut mewarnai arah kebijakan moneter AS. Presiden Joe Biden telah menunjuk Stephen Miran untuk menggantikan Adriana Kugler sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed. Selain itu, Christopher Waller, salah satu gubernur yang saat ini menjabat, disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral AS.

Sementara itu, dari zona euro, sentimen terhadap mata uang euro mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) tidak akan melanjutkan pelonggaran kebijakan pada pertemuan bulan September mendatang. Probabilitas bahwa ECB akan mempertahankan suku bunga tetap berada di angka tinggi, yakni 87%, mencerminkan keyakinan pasar bahwa lembaga tersebut telah mencapai titik keseimbangan dalam siklus kebijakannya. Sementara itu, peluang pemangkasan suku bunga oleh ECB sebelum Maret 2026 hanya berkisar 60%, menunjukkan bahwa tekanan inflasi dan pertumbuhan masih cukup terjaga.

Secara keseluruhan, kondisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan euro terhadap dolar AS dalam jangka pendek hingga menengah. Kombinasi dari melemahnya data ekonomi AS, perubahan dalam arah kebijakan moneter The Fed, serta stabilnya sikap ECB menjadi katalis utama bagi pergerakan EUR/USD yang relatif stabil namun berpotensi naik.

Bagi para pelaku pasar, pergerakan pasangan mata uang ini akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi lanjutan dari AS, pernyataan pejabat The Fed, serta keputusan resmi dalam pertemuan FOMC bulan depan. Momentum teknikal juga menjadi pertimbangan penting, mengingat stabilnya pasangan ini di atas level kunci 1.1600 membuka ruang untuk penguatan lebih lanjut jika sentimen dovish terhadap dolar AS terus berlanjut.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.