Yen dan Euro Terus Melemah terhadap Dolar AS di Tengah Gejolak Politik Global

Pergerakan pasar valuta asing pada Selasa kembali didominasi oleh faktor politik. Yen Jepang jatuh ke level terendah dua bulan setelah kemenangan Sanae Takaichi dalam pemilihan kepemimpinan, sementara euro Eropa masih rapuh menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Prancis.

Kemenangan Takaichi, yang diperkirakan akan menjadi Perdana Menteri Jepang berikutnya, membawa ekspektasi akan kebijakan fiskal agresif. Ia berjanji untuk menggairahkan perekonomian melalui belanja besar-besaran dan secara terbuka mengkritik kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank of Japan (BoJ). Akibatnya, pelaku pasar uang kini hanya memperkirakan peluang 25% bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 30 Oktober — jauh menurun dari sekitar 60% sebelum kemenangan Takaichi.

Nilai yen terakhir turun 0,2% menjadi 150,70 per dolar AS, level terlemah sejak 1 Agustus, setelah anjlok hampir 2% sehari sebelumnya. Terhadap euro, yen juga menyentuh titik terendah sepanjang masa di 176,35 per euro sebelum sedikit menguat. Dengan yen yang melemah di atas 150 per dolar dan berada di posisi terendah terhadap euro, Menteri Keuangan Jepang menegaskan bahwa otoritas sedang mewaspadai potensi pergerakan berlebihan di pasar valuta asing.

Menurut Bart Wakabayashi, Kepala Cabang Tokyo State Street, pejabat Jepang kemungkinan akan mencoba menstabilkan nilai yen sambil menunggu kejelasan lebih lanjut terkait susunan pemerintahan baru Takaichi.

Euro di Bawah Tekanan Politik Prancis

Sementara itu, euro tetap dalam posisi rentan setelah pengunduran diri Perdana Menteri Prancis pada Senin, yang menambah tekanan politik terhadap Presiden Emmanuel Macron dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal negara tersebut.

Dengan situasi politik yang belum pasti, Prancis kemungkinan besar akan melewati batas waktu untuk mengajukan rancangan anggaran 2026. Hal ini berarti parlemen perlu mengesahkan undang-undang darurat guna mengizinkan pengeluaran mulai 1 Januari hingga anggaran penuh disetujui.

Investor kini fokus memantau selisih imbal hasil obligasi 10 tahun antara Prancis dan Jerman — ukuran premi risiko yang diminta pasar untuk memegang utang Prancis. Selisih tersebut mencapai 88 basis poin pada Senin, level terlebar sejak Januari. Euro pun melemah untuk hari kedua berturut-turut, terakhir turun 0,3% menjadi $1,1681.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dan sejumlah pejabat tinggi lainnya menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah sesuai, meski mereka membuka kemungkinan untuk menurunkan biaya pinjaman sedikit jika risiko inflasi yang terlalu rendah meningkat.

Data terbaru pada Selasa menunjukkan pesanan industri Jerman turun secara tak terduga pada Agustus, dipengaruhi oleh melemahnya sektor otomotif dan penurunan permintaan luar negeri.

Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

Sementara euro dan yen tertekan, dolar AS terus menguat. Indeks dolar, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,2% menjadi 98,33 meskipun pemerintah AS tengah mengalami penghentian operasional (shutdown).

Penutupan pemerintahan tersebut menyebabkan penundaan laporan ketenagakerjaan bulanan untuk September yang sangat dinantikan pasar, serta kemungkinan menunda rilis data ekonomi penting lainnya hingga pemerintah kembali beroperasi.

Dalam kondisi global yang sarat ketidakpastian politik dan ekonomi, dolar AS kembali menjadi aset pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas — menegaskan perannya sebagai mata uang cadangan dunia di tengah badai geopolitik dan kebijakan fiskal yang belum menentu di Eropa maupun Asia.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.