Minyak Naik 2% ke Level Tertinggi 2 Minggu Terkait Ketegangan Geopolitik

Harga Minyak naik sekitar 2% pada hari Selasa ke level tertinggi dalam dua minggu karena ketegangan geopolitik yang terus-menerus antara Rusia dan Ukraina, serta AS dan Iran tampaknya akan mempertahankan sanksi terhadap kedua anggota OPEC+, Rusia dan Iran, untuk waktu yang lebih lama.
Harga Minyak mentah Brent naik $1, atau 1,5%, menjadi $65,63 per barel, sementara Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 89 sen, atau 1,4%, menjadi $63,41.
Rusia mengatakan bahwa upaya untuk mencapai penyelesaian guna mengakhiri perang di Ukraina sangat rumit dan akan salah jika mengharapkan keputusan segera, tetapi Rusia sedang menunggu reaksi Ukraina terhadap usulannya.
Rusia adalah anggota kelompok OPEC+ yang mencakup Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, dan merupakan produsen Minyak mentah terbesar kedua di dunia pada tahun 2024 setelah AS, menurut data energi AS.
Sementara itu, anggota OPEC Iran, bersiap untuk menolak proposal kesepakatan nuklir AS yang akan menjadi kunci untuk meringankan sanksi terhadap produsen Minyak utama tersebut.
Iran adalah produsen Minyak mentah terbesar ketiga di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak pada tahun 2024, menurut data energi AS.
Di Kanada, kebakaran hutan yang terjadi di Alberta telah memengaruhi lebih dari 344.000 barel produksi Minyak pasir per hari, atau sekitar 7% dari keseluruhan produksi Minyak mentah negara tersebut, menurut perhitungan Reuters. (Arl)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.