Nilai tukar Dolar merosot 1% pada hari Senin(6/1) setelah sebuah laporan mengatakan Presiden terpilih Donald Trump sedang mempertimbangkan Tarif yang hanya akan diterapkan pada impor penting, yang berpotensi melegakan negara-negara yang mengharapkan pungutan yang lebih luas.
The Washington Post melaporkan bahwa para pembantu Trump sedang menjajaki rencana yang akan menerapkan Tarif ke setiap negara – tetapi hanya pada sektor-sektor yang dianggap penting bagi keamanan nasional atau ekonomi.
Indeks Dolar AS sudah diperdagangkan lebih rendah tetapi turun lebih dari 1% hingga serendah 107,86 setelah laporan tersebut, turun dari level tertinggi lebih dari dua tahun di 109,54 pada hari Kamis.
Ekspektasi bahwa Trump akan menerapkan Tarif besar-besaran yang akan merugikan negara-negara di seluruh dunia telah membebani mata uang asing seperti euro dan yuan Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir dan membantu membuat Dolar melonjak. (azf)
Sumber: Investing.com
Dolar merosot 1% setelah laporan tarif Trump
