Minyak Dekati Tertinggi 4 Bulan Saat Fokus Pada Sanksi Rusia

Harga Minyak turun pada hari Selasa (14/1) tetapi tetap mendekati level tertinggi dalam empat bulan karena dampak sanksi baru AS terhadap Minyak Rusia tetap menjadi fokus utama Pasar, menjelang data inflasi AS pekan ini.
Harga Minyak berjangka Brent turun 53 sen, atau 0,7%, menjadi $80,48 per barel pada pukul 07.46 GMT, sementara Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 44 sen, atau 0,6% menjadi $78,38 per barel.
Harga melonjak 2% pada hari Senin setelah Departemen Keuangan AS pada hari Jumat menjatuhkan sanksi pada Gazprom Neft dan Surgutneftegas serta 183 kapal yang memperdagangkan Minyak sebagai bagian dari apa yang disebut “armada bayangan” tanker Rusia.
Indeks harga produsen (PPI) AS akan dirilis pada hari itu, dengan data indeks harga konsumen (CPI) pada hari Rabu. Kenaikan inflasi inti yang lebih besar dari perkiraan 0,2% pada hari Rabu akan mengancam akan menutup peluang bagi pemangkasan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut tahun ini.
suku bunga yang lebih rendah biasanya membantu dalam merangsang pertumbuhan ekonomi, yang dapat menopang permintaan Minyak.(yds)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.