Dollar Australia Menguat Di tengah Naiknya Harga Komoditas

Dolar Australia (AUD) bertahan stabil pada hari Rabu setelah dua hari berturut-turut menguat terhadap Dolar AS (USD). Pasangan AUD/USD diuntungkan oleh sentimen Pasar yang berisiko, didukung oleh data perdagangan yang kuat dari Tiongkok, upaya Beijing untuk menstabilkan Yuan, dan kenaikan harga komoditas. Para pedagang sedang menunggu data ketenagakerjaan Australia, yang dijadwalkan untuk dirilis akhir minggu ini, untuk wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan Bank Sentral Australia (RBA).
Keyakinan investor tumbuh karena tim ekonomi Presiden terpilih AS Donald Trump mempertimbangkan peningkatan Tarif impor secara bertahap. Optimisme ini memperkuat mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti AUD dan berkontribusi pada apresiasi pasangan AUD/JPY.
Para pedagang menilai data yang mengungkapkan penurunan bulanan kedua berturut-turut dalam keyakinan konsumen, kemungkinan didorong oleh depresiasi Dolar Australia terhadap Dolar AS. Pada Januari 2025, Indeks Keyakinan Konsumen Westpac Australia turun 0,7% menjadi 92,1 poin, yang mencerminkan pesimisme konsumen yang sedang berlangsung.
Penurunan keyakinan konsumen memicu kekhawatiran tentang prospek suku bunga dan kesehatan ekonomi Australia secara umum. Pasar kini memperkirakan kemungkinan sebesar 67% bahwa Reserve Bank of Australia akan menurunkan suku bunga tunai 4,35% sebesar 25 basis poin pada bulan Februari, dengan penurunan suku bunga penuh diperkirakan terjadi pada bulan April.(Cay)
Sumber: fxstreet

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.