Minyak Turun Tipis Pasca Penurunan Pasokan AS, Sanksi Rusia

Harga Minyak turun tipis pada hari Kamis (16/1), sehari setelah menetap di level tertinggi dalam beberapa bulan akibat sanksi terbaru AS terhadap Rusia dan penurunan stok Minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan.
Harga Minyak mentah Brent turun 37 sen, atau 0,5%, menjadi $81,66 per barel pada pukul 10.42 GMT, setelah naik 2,6% pada sesi sebelumnya ke level tertinggi sejak 26 Juli tahun lalu.
Harga Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 35 sen, atau 0,4%, menjadi $79,69 per barel, setelah naik 3,3% pada hari Rabu ke level tertinggi sejak 19 Juli.
Stok Minyak mentah AS turun minggu lalu ke level terendah sejak April 2022 karena ekspor naik dan impor turun, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pada hari Rabu. Penarikan 2 juta barel itu lebih besar dari penurunan 992.000 barel yang diperkirakan analis dalam jajak pendapat Reuters.
Penurunan itu menambah prospek pasokan global yang ketat setelah AS memberlakukan sanksi yang lebih luas pada produsen Minyak dan kapal tanker Rusia. Sanksi tersebut telah membuat pelanggan utama Moskow menjelajahi dunia untuk mencari barel pengganti, sementara Tarif pengiriman juga melonjak.
Pemerintahan Biden pada hari Rabu memberlakukan ratusan sanksi tambahan yang menargetkan pangkalan industri militer Rusia dan skema penghindaran.
Pada hari Senin, Donald Trump akan dilantik untuk masa jabatan keduanya sebagai presiden AS.(yds)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.