Minyak Turun Ditengah Meningkatnya Pasokan AS, Tarif Masih Jadi Fokus

Harga Minyak turun pada hari Rabu (29/1), dengan acuan AS mencapai titik terendah tahun ini, setelah persediaan Minyak mentah domestik di produsen dan konsumen Minyak bumi terbesar dunia naik lebih dari yang diharapkan minggu lalu.
Harga Minyak mentah Brent turun 91 sen, atau 1,2%, pada $76,58 per barel. Harga Minyak mentah AS turun $1,15, atau 1,6%, menjadi $72,62, harga penyelesaian terendah sejauh ini tahun ini.
Persediaan Minyak mentah di AS naik 3,46 juta barel minggu lalu karena asupan penyulingan merosot untuk minggu ketiga berturut-turut, data dari Badan Informasi Energi menunjukkan. Gedung Putih pada hari Selasa menegaskan kembali rencana Presiden Donald Trump untuk mengenakan Tarif 25% pada impor dari Kanada dan Meksiko mulai 1 Februari.
Perdagangan Minyak dalam jangka pendek diperkirakan akan tetap tidak menentu karena investor mencerna ancaman Tarif, sanksi pada aliran energi Rusia, dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi di negara-negara konsumen utama, tulis analis UBS Giovanni Staunovo kepada klien pada hari Rabu.(yds)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.