AUD/USD Mencatat Titik Terendah Baru Dalam Empat Tahun

Pasangan AUD/USD sedikit pulih setelah jatuh ke titik terendah baru dalam empat tahun di dekat 0,6100 tetapi masih turun lebih dari 1,10% di sesi Eropa hari Senin (3/2). Pasangan mata uang Australia menghadapi aksi jual tajam karena negara-negara Antipodean menanggung biaya menjadi mitra dagang utama Tiongkok.
Selama akhir pekan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan Tarif 10% terhadap Tiongkok dan 25% terhadap Kanada dan Meksiko. Hal ini menyebabkan penurunan tajam daya tarik Dolar Australia (AUD), yang merupakan proksi Tiongkok
Selain Tarif AS terhadap Tiongkok, Dolar Australia (AUD) juga melemah di Pasar domestik di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan beralih ke normalisasi kebijakan dari pertemuan kebijakan pada tanggal 18 Februari.
Sementara itu, Dolar AS (USD) menguat karena Tarif Trump telah meningkatkan daya tariknya sebagai mata uang safe haven. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, naik di atas 109,50.
Pada sesi Senin, investor akan fokus pada PMI Manufaktur ISM AS untuk Januari, yang akan dipublikasikan pada pukul 15:00 GMT.
AUD/USD mencatat level terendah baru dalam empat tahun di sekitar 0,6100. Exponential Moving Average (EMA) 20 minggu di dekat 0,6375 menurun, menunjukkan bahwa tren keseluruhan adalah bearish. Relative Strength Index (RSI) 14 minggu berosilasi dalam kisaran 20,00-40,00, menunjukkan momentum bearish yang kuat.
Lebih banyak penurunan akan muncul jika pasangan ini menembus di bawah support langsung 0,6100, yang akan membawanya menuju support psikologis 0,6000 dan level terendah 26 Maret 2020 di 0,5870.
Di sisi lain, pergerakan rezeki di atas level tertinggi 13 Januari di 0,6330 akan membuka peluang menuju resistensi level bulat di 0,6400 dan level tertinggi 5 Desember di 0,6456.
Sumber: FXstreet

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.