Perak Di Jalur Kenaikan Mingguan Kelima

Perak bertahan stabil di atas $32,20 per ons pada hari Jumat (7/2), di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan kelima berturut-turut. Logam mulia ini didukung oleh Dolar yang lebih lemah, karena kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan perdagangan global mereda.
Baik AS maupun Tiongkok telah mengambil sikap yang lebih hati-hati terhadap Tarif, dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bersiap untuk membahas perkembangan perdagangan, yang berpotensi membalikkan beberapa pembatasan yang ada. Perak juga diuntungkan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan terus memangkas suku bunga tahun ini, dengan Pasar mengantisipasi dua pengurangan seperempat poin.
Di sisi pasokan, Silver Institute baru-baru ini memperkirakan defisit Pasar yang signifikan selama lima tahun berturut-turut pada tahun 2025, didorong oleh permintaan industri yang kuat dan investasi ritel yang kuat. Faktor-faktor ini diharapkan dapat mengimbangi konsumsi yang lebih lemah dalam perhiasan dan peralatan makan Perak. (Arl)
Sumber: Trading Economics

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.