Harga perak bertahan di atas level $38,5 per ons pada perdagangan Kamis, mendekati puncak tiga minggu, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih dalam tahun ini. Data inflasi AS yang lebih lembut memunculkan keyakinan bahwa tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump tidak memberikan tekanan tambahan pada harga, sementara tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja semakin memperkuat prospek kebijakan dovish.
Pasar kini hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga pada September, dengan sebagian pelaku pasar mengantisipasi penurunan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin. Dukungan tambahan datang dari pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang menyerukan beberapa kali pemangkasan suku bunga dan menyebut bahwa The Fed dapat memulai langkah pelonggaran dengan pemangkasan setengah poin.
Di luar kebijakan moneter, pelaku pasar juga menantikan perkembangan dari pembicaraan AS–Rusia di Alaska terkait perang Ukraina. Gedung Putih menggambarkan pertemuan terencana antara Trump dan Putin sebagai “sesi mendengarkan,” meredam ekspektasi akan terobosan besar menuju gencatan senjata. Meski begitu, dinamika geopolitik tetap menjadi faktor risiko yang diawasi ketat oleh para trader, mengingat potensi dampaknya terhadap sentimen pasar komoditas, termasuk perak.
Secara teknikal, harga perak yang mampu bertahan di atas level kunci ini mengindikasikan momentum bullish yang masih solid. Kombinasi antara kebijakan moneter longgar, pelemahan dolar AS, dan ketidakpastian geopolitik berpotensi menjaga tren naik dalam jangka pendek. Analis pasar memperkirakan, apabila The Fed memberikan sinyal kuat pemangkasan suku bunga yang lebih besar, harga perak dapat menguji level psikologis $40 per ons, yang menjadi target resistensi penting bagi investor.
Sumber : newsmaker.id
