Dolar Australia Pulih Setelah Gubernur RBA Bullock Tekankan Kebijakan yang Terukur

Dolar Australia

Dolar Australia (AUD) sempat melemah terhadap Dolar AS (USD) pada awal pekan ini, melanjutkan tren penurunan selama empat sesi berturut-turut. Namun, mata uang Negeri Kanguru mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Michele Bullock, menegaskan pandangan kebijakan yang berhati-hati dan terukur dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Penguatan USD masih menjadi faktor dominan setelah Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga meskipun pekan lalu sempat memangkas biaya pinjaman sesuai ekspektasi pasar. Sikap hawkish The Fed ini menahan minat investor terhadap aset berisiko, sehingga menekan AUD/USD di awal perdagangan.

Dalam pernyataannya di hadapan parlemen, Bullock menekankan bahwa kondisi pasar tenaga kerja Australia mulai melunak. Tingkat pengangguran sedikit meningkat, meski pasar tenaga kerja tetap ketat dan mendekati kondisi lapangan kerja penuh. Ia juga menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga baru-baru ini diharapkan dapat mendorong konsumsi rumah tangga serta belanja bisnis. Meski demikian, RBA tetap perlu waspada terhadap perkembangan terbaru dan siap merespons apabila risiko meningkat. Menurut Bullock, dewan RBA akan terus memantau data ekonomi serta dinamika global secara cermat sebagai dasar pengambilan keputusan berikutnya.

Sementara itu, dari Tiongkok, Bank Sentral Tiongkok (People’s Bank of China/PBOC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate/LPR) tidak berubah. LPR tenor satu tahun tetap di level 3,00% dan tenor lima tahun di 3,50%. Keputusan ini menunjukkan bahwa PBOC masih berhati-hati menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan risiko keuangan.

Dari Amerika Serikat, Gedung Putih mengumumkan langkah strategis terkait TikTok. Pemerintah AS menegaskan bahwa perusahaan Amerika akan mengendalikan algoritma aplikasi populer tersebut, sementara enam dari tujuh kursi dewan direksi operasional AS akan diisi oleh orang Amerika. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan kesepakatan ini bisa difinalisasi dalam beberapa hari ke depan, meskipun Beijing belum memberikan tanggapan resmi.

Perkembangan ini menempatkan AUD pada posisi yang lebih hati-hati di pasar global. Meski tekanan dari kekuatan USD masih membatasi ruang penguatan, pernyataan Bullock mengenai arah kebijakan moneter yang terukur memberi sinyal bahwa RBA siap menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus menghadapi risiko eksternal. Dengan lanskap global yang dinamis, AUD/USD berpotensi tetap volatil namun berpeluang pulih jika kondisi makroekonomi mendukung.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.