Harga perak kembali menembus level $52 per ons pada hari Rabu, mempertahankan posisinya di dekat rekor tertinggi sepanjang masa setelah terjadi krisis pasokan global yang memicu reli besar-besaran di pasar logam mulia. Di pasar London, kondisi menjadi semakin ketat: short squeeze yang terjadi di akhir pekan lalu membuat tingkat sewa (lease rates) melonjak lebih dari 30%, menjadikan biaya perpanjangan posisi short hampir mustahil dilakukan. Tekanan ini semakin diperparah oleh lonjakan permintaan dari India, yang membuat beberapa dana investasi terpaksa menangguhkan aliran masuk ke ETF perak guna menjaga likuiditas pasar fisik.
Dari sisi makroekonomi, sikap dovish Ketua The Fed, Jerome Powell, turut memberi dorongan besar bagi reli perak. Powell menekankan melemahnya pasar tenaga kerja AS, sebuah sinyal kuat bahwa penurunan suku bunga mungkin semakin dekat. Ekspektasi tersebut mendorong para investor untuk kembali memburu aset lindung nilai seperti perak, yang cenderung menguat ketika kebijakan moneter menjadi lebih longgar dan imbal hasil obligasi melemah.
Di sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah Presiden Trump mengancam embargo minyak goreng terhadap Beijing sebagai balasan atas boikot kedelai oleh Tiongkok. Ketegangan perdagangan ini menambah ketidakpastian global dan memperkuat permintaan terhadap aset safe haven, terutama perak, yang secara historis menjadi alternatif pelindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar.
Kombinasi antara keterbatasan pasokan fisik, sentimen dovish The Fed, dan risiko geopolitik yang meningkat membuat reli perak masih memiliki momentum kuat. Namun, para analis memperingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi, terutama selama likuiditas fisik belum sepenuhnya pulih. Dengan pasar London yang masih “tercekik” dan investor institusional terus memperkuat posisi long, banyak pihak meyakini bahwa “London Squeeze” mungkin belum sepenuhnya berakhir.
Bagi investor, kondisi ini menciptakan peluang strategis sekaligus risiko tinggi. Selama tekanan pasokan dan ketidakpastian makro tetap bertahan, harga perak berpotensi terus melaju di atas level psikologis $50, memperkuat reputasinya sebagai logam mulia paling dinamis di tahun ini.
Sumber : newsmaker.id
