Harga perak saat ini bergerak stabil di sekitar US$62 per ounce setelah mengalami pekan yang sangat volatil. Logam mulia ini sempat mencetak rekor baru sebelum akhirnya terkoreksi akibat aksi ambil untung jangka pendek. Data harga spot menunjukkan pasangan XAG/USD bergerak dalam rentang harian yang sempit, menandakan pasar sedang menunggu katalis baru yang cukup kuat untuk menentukan arah selanjutnya. Konsolidasi ini mencerminkan keseimbangan sementara antara pembeli yang masih optimistis dan pelaku pasar yang lebih berhati-hati setelah reli tajam.
Dari sisi makroekonomi, arah suku bunga Amerika Serikat masih menjadi faktor pengungkit paling signifikan bagi pergerakan harga perak. The Federal Reserve memang telah memangkas suku bunga, namun perbedaan pandangan di internal bank sentral membuat ekspektasi pasar terhadap pelonggaran lanjutan pada 2026 menjadi lebih konservatif. Secara historis, perak cenderung diuntungkan ketika suku bunga turun karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Namun, jika pernyataan pejabat The Fed mendorong kenaikan kembali imbal hasil obligasi atau penguatan dolar AS, harga perak berpotensi menghadapi tekanan jangka pendek meskipun tetap menunjukkan ketahanan relatif.
Kekuatan utama perak saat ini tetap berasal dari sisi fundamental penawaran dan permintaan. Berbagai laporan menegaskan adanya defisit pasokan yang persisten di pasar global, sementara permintaan industri terus meningkat. Sektor teknologi, kecerdasan buatan, dan energi surya membutuhkan perak dalam jumlah besar, menjadikannya komoditas strategis dengan prospek jangka panjang yang solid. Ditambah lagi, status perak sebagai “critical mineral” di Amerika Serikat serta kebijakan stok nasional turut memperketat pasokan yang tersedia di pasar terbuka.
Kombinasi antara keterbatasan pasokan dan permintaan industri yang agresif inilah yang membuat harga perak sulit jatuh dalam meskipun volatilitas meningkat. Konsolidasi di dekat level tertinggi bukanlah tanda pelemahan struktural, melainkan fase penyesuaian setelah kenaikan tajam. Selama narasi defisit pasokan dan pertumbuhan kebutuhan industri tetap utuh, perak memiliki fondasi kuat untuk bertahan dan berpotensi melanjutkan tren naik ketika katalis berikutnya muncul.
Sumber : newsmaker.id
