Pasangan mata uang GBP/USD bergerak mendatar dan bertahan di area 1,3435 pada sesi Asia hari Jumat, tetap berada dekat level terendah mingguan. Setelah melemah selama tiga hari berturut-turut, pelaku pasar memilih untuk menahan posisi dan bersikap lebih hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, Nonfarm Payrolls (NFP), yang dijadwalkan malam ini. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see pasar global yang menunggu katalis utama sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Data NFP dipandang sangat krusial karena akan memberikan petunjuk penting terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan. Angka ketenagakerjaan yang kuat berpotensi mendorong penguatan dolar AS, sementara hasil yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Oleh karena itu, rilis data ini memiliki potensi besar untuk menggerakkan dolar AS secara signifikan dan pada akhirnya menentukan arah jangka pendek GBP/USD.
Menjelang pengumuman data tersebut, dolar AS tidak melanjutkan penguatannya meskipun sempat mendekati level tertinggi satu bulan. Hal ini disebabkan oleh pandangan pasar yang masih melihat peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu, kondisi pasar saham yang relatif stabil turut menahan minat terhadap aset safe haven seperti dolar, sehingga membatasi dorongan beli yang agresif.
Dari sisi Inggris, pound sterling mendapatkan dukungan dari sikap Bank of England yang dinilai tidak terlalu dovish. Bank sentral Inggris mengisyaratkan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah mendekati level “netral”, sehingga ruang untuk pelonggaran kebijakan menjadi lebih terbatas. Pernyataan ini membantu mengurangi tekanan jual pada pound dan berperan dalam membatasi pelemahan GBP/USD meskipun sentimen global cenderung berhati-hati.
Secara teknikal, ruang penurunan lanjutan akan terbuka apabila GBP/USD mampu menembus dan bertahan di bawah level psikologis 1,3400. Selama area tersebut masih mampu dipertahankan, peluang beli pada saat harga melemah tetap terbuka. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih konservatif dengan menghindari posisi bearish yang terlalu agresif dinilai lebih bijak hingga terdapat konfirmasi yang lebih jelas dari pergerakan harga maupun rilis data fundamental utama.
Sumber : www.newsmaker.id
