Harga Emas Terkoreksi Tipis Usai Rekor Tertinggi, Namun Pasar Masih “Kecanduan” Aset Safe Haven

Harga emas mengalami pelemahan tipis dalam perdagangan terbaru setelah sehari sebelumnya melonjak tajam dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Penurunan ini dipandang sebagai koreksi teknikal yang wajar, seiring sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah reli yang sangat kuat. Dalam konteks pasar yang dinamis, pergerakan seperti ini bukanlah sinyal pembalikan tren, melainkan jeda singkat sebelum arah selanjutnya terbentuk.

Tekanan terhadap harga emas diperkirakan tetap terbatas. Faktor utamanya adalah tingginya risiko geopolitik global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, emas terus menjadi pilihan utama investor sebagai aset lindung nilai. Setiap eskalasi konflik atau ketegangan politik hampir selalu direspons dengan meningkatnya minat terhadap emas, memperkuat posisinya sebagai safe haven paling andal di pasar keuangan global.

Sorotan terbaru datang dari kawasan Greenland, di mana Denmark mengirimkan tambahan pasukan pada hari Senin. Langkah ini bertepatan dengan laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kepada Norwegia bahwa ia tidak lagi perlu berpikir “semata-mata tentang perdamaian” setelah gagal meraih Nobel Perdamaian. Pernyataan dan manuver geopolitik semacam ini menambah ketidakpastian global dan meningkatkan sensitivitas pasar terhadap berita politik internasional.

Chris Beauchamp, Chief Market Analyst di IG, menilai bahwa pola reaksi pasar kini semakin jelas. Setiap kali terjadi gejolak, respons utama investor adalah membeli emas dan perak. Kondisi ini membuat pasar seolah “kecanduan” aset safe haven, di mana setiap judul berita baru berpotensi langsung mendorong permintaan logam mulia. Fenomena ini menciptakan dukungan kuat bagi harga emas meskipun terjadi koreksi jangka pendek.

Secara data, harga emas spot tercatat turun tipis 0,1% ke level USD 4.666,28 per ounce, sementara perak spot melemah 0,4% ke USD 93,96 per ounce. Pelaku pasar kini mencermati apakah penurunan ini hanya bersifat sementara atau menjadi awal koreksi yang lebih dalam. Jawabannya sangat bergantung pada seberapa panas babak berikutnya dari drama geopolitik global, yang hingga saat ini masih menjadi penggerak utama sentimen dan arah harga emas dunia.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.