Harga Emas Stabil Setelah Pelemahan Dolar AS, Pasar Menunggu Sinyal Geopolitik Timur Tengah

Harga emas menunjukkan pergerakan relatif stabil setelah dolar Amerika Serikat melemah, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan bahwa konflik di Timur Tengah kemungkinan mendekati akhir. Dalam perdagangan awal, emas batangan diperdagangkan di sekitar US$5.140 per ounce setelah sempat turun 0,6% pada sesi sebelumnya. Pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,1% memperpanjang penurunan yang terjadi sehari sebelumnya, sementara harga minyak mengalami penurunan setelah sesi perdagangan yang sangat fluktuatif.

Pergerakan pasar komoditas saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Setiap indikasi bahwa Washington bersedia mendorong upaya de-eskalasi konflik berpotensi meredakan tekanan yang sempat membebani harga emas dalam beberapa hari terakhir. Sejak konflik dimulai, serangan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia serta terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak global. Lonjakan energi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, yang pada akhirnya mempersempit ruang bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Di tengah dinamika tersebut, pasar emas masih menghadapi tantangan seiring penyesuaian ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga. Daniel Ghali, Senior Commodity Strategist di TD Securities, menjelaskan bahwa pasar sebenarnya telah mulai memperhitungkan perubahan prospek pemangkasan suku bunga. Meski demikian, terdapat indikasi bahwa sebagian pelaku pasar memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan pembelian emas fisik di pasar over-the-counter. Volume pembelian tersebut masih tergolong terbatas dan berada dalam kisaran yang dianggap normal oleh pelaku industri.

Secara fundamental, kenaikan biaya pinjaman biasanya menjadi faktor penghambat bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya. Ketika suku bunga meningkat, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan return lebih tinggi. Namun di sisi lain, emas tetap memainkan peran penting sebagai aset lindung nilai dan sumber likuiditas, terutama ketika pasar saham global mengalami tekanan akibat ketidakpastian geopolitik dan konflik internasional yang berkepanjangan.

Meskipun pergerakan harga dalam jangka pendek terlihat volatil dan momentum kenaikannya masih terbatas, performa emas sepanjang tahun ini tetap mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga saat ini, harga emas telah naik hampir 20% sejak awal tahun. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya ketidakpastian perdagangan global, ketegangan geopolitik yang berlanjut, serta perdebatan mengenai independensi Federal Reserve dalam menentukan kebijakan moneter di tengah tekanan politik dan ekonomi global.

Pada pukul 07.06 waktu Singapura, harga emas spot tercatat hampir tidak berubah di level US$5.139,67 per ounce. Sementara itu, perak mengalami kenaikan sebesar 0,3% ke level US$87,25 per ounce. Berbeda dengan dua logam tersebut, platinum dan palladium mencatatkan sedikit penurunan harga. Di pasar mata uang, Bloomberg Dollar Spot Index juga melemah tipis setelah turun 0,2% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Pergerakan harga emas ke depan diperkirakan masih akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta dinamika pasar energi global. Investor global kini terus memantau setiap sinyal diplomatik maupun militer yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan dan sentimen pasar keuangan internasional. Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, emas tetap menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan oleh pelaku pasar sebagai barometer risiko global sekaligus instrumen perlindungan nilai yang strategis.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.