Data Inflasi PCE AS Bantu Redakan Tekanan Emas, Namun Tren Melemah Belum Berakhir

Harga emas bertahan di kisaran US$4.000 per troy ounce setelah data inflasi terbaru Amerika Serikat memberikan sedikit kelegaan bagi pasar dan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Meski demikian, logam mulia ini masih menutup pekan dengan performa yang lemah setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak November.

Harga emas spot bergerak relatif stabil pada awal perdagangan setelah menguat sekitar 0,7% pada sesi sebelumnya. Penguatan tersebut didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) menyusul rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE), yang merupakan indikator inflasi pilihan Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Data menunjukkan indeks PCE Amerika Serikat pada Mei naik sebesar 0,4%, lebih rendah dari perkiraan pasar. Angka tersebut mengurangi kekhawatiran bahwa inflasi kembali memanas sehingga mendorong investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga tahun ini sedikit menurun, sementara kemungkinan kenaikan pada pertemuan bulan depan juga berkurang menjadi sekitar sepertiga.

Perkembangan tersebut menjadi sentimen positif bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi meningkat. Sebaliknya, ketika ekspektasi kenaikan suku bunga melemah dan imbal hasil Treasury turun, tekanan terhadap harga emas ikut mereda sehingga membuka peluang bagi logam mulia ini untuk bergerak lebih stabil.

Selain inflasi, pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang memengaruhi harga emas. Indeks dolar sempat menghentikan reli pada Kamis setelah sebelumnya menguat sekitar 1,8% sejak pertemuan Federal Reserve pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, bank sentral mempertahankan sikap hawkish dengan memberikan sinyal bahwa biaya pinjaman berpotensi tetap tinggi, sejalan dengan pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh.

Melemahnya dolar setelah rilis data PCE memberikan dukungan tambahan bagi emas karena membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Namun demikian, pemulihan emas masih terbatas. Pada awal perdagangan Asia, harga emas spot kembali turun sekitar 0,1% ke kisaran US$4.021,88 per troy ounce. Pergerakan serupa juga terjadi pada logam mulia lainnya, di mana harga perak melemah 0,1% menjadi US$57,80 per ounce setelah sebelumnya naik 0,8%, sementara platinum dan paladium juga mencatat pelemahan.

Secara keseluruhan, emas masih berada di jalur penurunan mingguan keempat secara berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun data inflasi Amerika Serikat memberikan sentimen positif jangka pendek, pasar masih dibayangi prospek kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung ketat. Ke depan, arah pergerakan emas akan sangat bergantung pada perkembangan indeks dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi Treasury, serta sinyal terbaru dari pejabat Federal Reserve terkait prospek suku bunga.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.