Yen Jepang Masih Melemah diiringi BOJ yang Bersikap Agresif

Yen Jepang (JPY) mempertahankan bias negatifnya sepanjang sesi Asia pada hari Senin di tengah kekhawatiran bahwa Jepang juga akan menjadi target Tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump. Hal ini, bersama dengan Penguatan Dolar AS (USD) yang moderat, membantu pasangan USD/JPY untuk mempertahankan kenaikan intraday-nya di dekat angka 152,00. Namun, depresiasi JPY yang signifikan tampaknya masih sulit dipahami menyusul meningkatnya taruhan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini.
Selain itu, kenaikan lebih lanjut dalam imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang (JGB), yang mengakibatkan penyempitan perbedaan suku bunga antara Jepang dan AS, dapat membatasi kerugian untuk JPY yang berimbal hasil lebih rendah dan membatasi pasangan USD/JPY. Dengan tidak adanya data makro AS yang relevan, maka sebaiknya menunggu tindak lanjut pembelian yang kuat sebelum mengonfirmasi bahwa pasangan mata uang tersebut telah membentuk titik terendah jangka pendek dan memposisikan diri untuk perpanjangan pergerakan positif intraday.(ads)
Sumber: FStreet

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.