Harga emas global menguat dan bersiap mencatat kenaikan bulanan keempat berturut-turut, didorong ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada Desember. Pada Jumat pagi, spot gold naik sekitar 0,8% ke US$4.189,61 per ons, level tertinggi sejak 14 November, dan berpotensi menguat hampir 3% dalam sepekan. Secara bulanan, emas berpeluang naik sekitar 3,9%, sementara kontrak berjangka Desember meningkat 0,5% ke US$4.221,30 per ons.
Likuiditas pasar yang tipis membuat pergerakan harga emas terasa lebih tajam, seiring pelaku pasar mulai bersiap menyambut era suku bunga lebih rendah. Probabilitas pemangkasan suku bunga Fed pada Desember kini mencapai 87%, naik signifikan dari 50% sepekan lalu. Sentimen ini menguat berkat komentar dovish dari pejabat Fed seperti Mary Daly dan Christopher Waller, serta pernyataan Kevin Hassett yang mendukung suku bunga lebih rendah.
Meski sebagian pejabat Fed masih ingin menunggu inflasi lebih dekat ke target 2%, kombinasi proyeksi pelonggaran moneter dan pelemahan dolar menciptakan lingkungan ideal bagi emas. Dolar AS tengah menuju performa terburuknya sejak akhir Juli, membuat emas yang berdenominasi dolar lebih menarik bagi pembeli internasional.
Di pasar logam mulia lainnya, perak naik 1,4% ke US$54,18 per ons, platinum menguat 1,7% ke US$1.634,82, sementara palladium turun tipis 0,6% ke US$1.428,62 namun tetap berada di jalur penguatan mingguan sekitar 4%.
Sumber : newsmaker.id
