Emas Sudah Naik 60%, Bisakah Melonjak Lebih Tinggi?

Harga emas kembali stabil setelah mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut, menegaskan kekuatan tren bullish yang telah berlangsung sepanjang tahun ini. Dengan harga yang bergerak tipis di sekitar $4.280 per ounce—setelah lonjakan 1,2% pada sesi sebelumnya—pasar menunjukkan bahwa minat investor terhadap logam mulia masih sangat kuat. Pemotongan suku bunga terbaru oleh Federal Reserve dan sinyal peluang pemangkasan lebih lanjut tahun depan memberi dorongan besar, karena lingkungan suku bunga rendah secara historis membuat emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai.

Kebijakan The Fed menambah katalis positif baru. Bank sentral Amerika Serikat berencana membeli $40 miliar obligasi pemerintah per bulan untuk meningkatkan cadangan likuiditas sistem keuangan. Langkah ini otomatis menambah tekanan pada imbal hasil obligasi dan memperkuat posisi emas sebagai aset aman ketika pasar dibanjiri likuiditas. Di tengah perubahan kebijakan yang agresif ini, emas telah melonjak lebih dari 60% sejak awal tahun—sementara perak melejit lebih dari dua kali lipat. Keduanya menuju performa tahunan terbaik sejak 1979, dipicu oleh pembelian bank sentral dan arus keluar investor dari pasar obligasi dan mata uang.

Data dari World Gold Council memperkuat gambaran optimistis tersebut. Kepemilikan emas dalam ETF meningkat hampir setiap bulan sepanjang tahun ini, dengan pengecualian pada Mei. Tren ini menunjukkan bahwa permintaan investasi tetap stabil bahkan ketika harga sudah berada di level historis. Perak juga mendekati rekor tertinggi setelah sempat menyentuh $64,31 per ounce, didorong oleh permintaan industri yang kuat dan pasokan yang terbatas. Pada pukul 07.30 waktu Singapura, emas diperdagangkan di $4.280,34 per ounce, sementara perak turun tipis 0,1% ke $63,51. Platinum dan paladium juga melemah sedikit, dan Indeks Dolar Bloomberg datar setelah sempat turun 0,3%, sehingga tidak memberikan tekanan tambahan pada kinerja emas.

Dengan kombinasi kebijakan moneter yang longgar, meningkatnya permintaan investasi, dan melemahnya tekanan dari dolar, prospek emas tetap kuat. Meskipun volatilitas selalu ada, faktor-faktor fundamental menunjukkan bahwa momentum kenaikan masih memiliki ruang untuk berlanjut.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.