Harga Emas Bertahan di Dekat $5.050 Menjelang Rilis Data Nonfarm Payrolls AS

Harga emas menunjukkan ketahanan yang solid dengan bergerak stabil di kisaran $5.050 per ons selama sesi Asia hari Rabu, didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat. Tekanan pada dolar muncul seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve. Kondisi ini memungkinkan emas memangkas penurunan tipis pada sesi sebelumnya, meskipun potensi kenaikan masih terbatas karena pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan utama AS.

Dorongan awal datang dari data konsumsi terbaru yang menambah sinyal perlambatan ekonomi. Penjualan ritel AS pada bulan Desember tercatat stagnan di level 0,0%, jauh di bawah ekspektasi pasar, setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan. Data ini memperkuat pandangan bahwa momentum belanja konsumen mulai melemah, sehingga membuka kembali ruang bagi pasar untuk meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga di masa mendatang.

Narasi mengenai potensi penurunan suku bunga menjadi faktor kunci yang menopang harga emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung diuntungkan ketika suku bunga diperkirakan turun. Pada saat yang sama, dolar AS masih kesulitan untuk pulih setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir, memberikan tambahan dukungan bagi logam mulia ini.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh isu independensi bank sentral yang kembali mencuat. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed telah menarik perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga ke depan. Ketidakpastian politik dan kebijakan semacam ini biasanya mendorong sebagian pelaku pasar untuk mempertahankan eksposur pada aset safe haven seperti emas.

Meski demikian, sinyal dari pejabat Federal Reserve belum sepenuhnya sejalan. Beberapa pernyataan terbaru menekankan bahwa suku bunga kemungkinan akan dipertahankan lebih lama sambil menunggu konfirmasi dari data ekonomi berikutnya. Sikap ini membuat pasar enggan mendorong harga emas naik secara agresif sebelum adanya bukti yang lebih kuat.

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat. Jika data ketenagakerjaan menunjukkan pelemahan, ekspektasi terhadap sikap The Fed yang lebih dovish dapat menguat dan membuka peluang kenaikan lanjutan bagi harga emas. Sebaliknya, data yang solid berpotensi mengangkat kembali dolar dan imbal hasil obligasi, yang pada akhirnya dapat membatasi pergerakan emas dalam jangka pendek.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.