Harga emas kembali menguat pada hari Senin, menghapus penurunan ringan sebelumnya, seiring investor mencerna sinyal yang saling bertolak belakang dari Amerika Serikat mengenai kelanjutan negosiasi perdagangan global. Ketidakpastian ini kembali meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik dan volatilitas ekonomi.
Emas batangan (bullion) sempat naik hingga 0,5% setelah turun dalam jumlah yang hampir sama pada sesi sebelumnya. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan keterbukaannya untuk melanjutkan dialog dagang dengan mitra utama seperti Uni Eropa. Namun, pernyataan ini tampak bertentangan dengan sikap kerasnya yang menegaskan bahwa surat resmi yang menetapkan tarif impor adalah bentuk “kesepakatan” bagi negara mitra perdagangan.
Ketidakkonsistenan kebijakan tersebut menciptakan ketidakpastian pasar, yang justru mendukung pergerakan harga emas. Logam mulia ini telah melonjak lebih dari 25% sepanjang tahun ini, bahkan mencetak rekor baru di atas $3.500 per ons pada bulan April. Lonjakan tersebut didorong oleh strategi perdagangan AS yang agresif dan tidak menentu, menjadikan emas semakin diminati sebagai penyimpan nilai di tengah ketidakpastian global.
Namun, dalam tiga bulan terakhir, reli harga emas mulai tertahan. Para pelaku pasar tampaknya menahan diri untuk kembali masuk ke pasar emas, menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai bentuk akhir dari sistem perdagangan global baru yang tengah dinegosiasikan. Selain itu, kekhawatiran akan harga emas yang sudah terlalu tinggi juga menambah alasan untuk bersikap hati-hati.
Analis pasar dari City Index, Fawad Razaqzada, menyebutkan bahwa jika pembicaraan dagang memburuk sebelum bulan Agustus, bukan hal yang mustahil harga emas akan kembali menguji, bahkan melampaui, rekor tertingginya. “Untuk saat ini, pasar tampak mengambil posisi wait-and-see, namun arah jangka pendek emas tetap condong ke sisi bullish secara hati-hati,” ujarnya.
Per siang hari waktu Singapura, harga emas naik 0,5% ke level $3.360,86 per ons. Sementara itu, Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil setelah menguat 0,3% pada hari sebelumnya. Perak nyaris tidak berubah, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 14 tahun pada sesi sebelumnya sebelum akhirnya ditutup melemah. Platinum dan paladium juga mencatatkan kenaikan.
Kesimpulan
Harga emas terus menunjukkan ketahanannya di tengah dinamika global yang sarat ketidakpastian. Sinyal perdagangan yang ambigu dari AS memperpanjang fase kebingungan pasar, namun justru menghidupkan kembali minat terhadap aset safe haven seperti emas. Dengan potensi risiko geopolitik dan ekonomi yang masih membayangi, logam mulia ini kemungkinan akan tetap menarik bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah badai kebijakan global yang tidak menentu.
Sumber : newsmaker.id
