Harga emas naik tipis pada hari Jumat, sementara para investor bersiap menantikan data payroll Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut terkait prospek suku bunga Federal Reserve (Fed).
Emas Spot dan Emas Berjangka
Harga emas spot naik sebesar 0,2% menjadi $2.748,40 per ounce pada pukul 07:56 GMT. Sebelumnya, harga emas turun pada hari Kamis setelah mencapai rekor tertinggi di angka $2.790,15 per ounce. Sementara itu, emas berjangka AS naik 0,4% menjadi $2.758,70.
Pemilihan Presiden dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas
Pemilihan presiden AS yang berlangsung pada 5 November kini memasuki tahap akhir, dengan hasil survei yang menunjukkan persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Harris. Menurut Alex Ebkarian, Chief Operating Officer di Allegiance Gold, emas kemungkinan besar akan mempertahankan kekuatannya terlepas dari hasil pemilihan ini, karena pengeluaran defisit yang terus berlangsung diperkirakan tidak akan segera berubah arah.
Fokus Pasar: Laporan Nonfarm Payrolls AS
Pasar saat ini fokus pada laporan nonfarm payrolls AS yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT, yang akan memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi terbesar di dunia. Laporan ini sangat dinanti karena hasilnya dapat memengaruhi kebijakan suku bunga Fed, di mana data pekerjaan yang kuat dapat memperkuat potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Permintaan Fisik Emas di India
Di India, permintaan emas fisik meningkat pekan ini berkat pembelian selama musim festival. Namun, volume penjualan lebih rendah dari biasanya karena harga yang mencetak rekor tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada permintaan, harga yang tinggi tetap membatasi volume transaksi.
Harga Logam Lainnya
Di antara logam mulia lainnya, harga perak spot tetap stabil di angka $32,64 per ounce, sedangkan platinum naik 0,3% menjadi $990,25. Kedua logam ini masih dalam tren penurunan mingguan. Palladium juga stabil di $1.105,96 setelah sebelumnya mencapai titik terendah dalam lebih dari satu minggu.