Dolar Terus Melemah di Tengah Meredanya Inflasi

Indeks Dolar bertahan di kisaran level 109 pada hari Kamis (16/1) setelah turun selama tiga sesi berturut-turut, karena tanda-tanda meredanya inflasi AS memperkuat ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut tahun ini. Inflasi inti AS naik 3,2% tahun-ke-tahun pada bulan Desember, melambat dari 3,3% pada bulan November, yang juga merupakan perkiraan konsensus.
Secara bulanan, pembacaan inti turun menjadi 0,2% dari 0,3%, sesuai dengan ekspektasi. Data inflasi tersebut menyebabkan penurunan tajam dalam imbal hasil Treasury AS 10-tahun, yang turun sekitar 14 basis poin menjadi sekitar 4,65%. Pelaku Pasar juga memperkirakan Fed akan melonggarkan suku bunga tambahan sebesar 10 basis poin tahun ini, sehingga total pemangkasan yang diharapkan menjadi 37 basis poin. Namun, penurunan Dolar agak diredam oleh kekhawatiran atas rencana kebijakan Presiden Trump yang akan datang, khususnya pada Tarif, yang dipandang berpotensi inflasi.(ayu)
Sumber: Trading Economics

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.