Dolar AS Masih Melemah saat Imbal Hasil Treasury Terus Menurun

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, terdepresiasi pasca mencatat kenaikan selama dua hari terakhir berturut-turut di tengah turunnya imbal hasil Treasury. DXY berkisar di sekitar 107,00, dengan imbal hasil 2 dan 10 tahun pada Obligasi Treasury AS masing-masing berada di 4,26% dan 4,52%, selama jam perdagangan Eropa pada hari Kamis.
Pelaku Pasar sekarang fokus pada data ekonomi utama AS, termasuk Klaim Pengangguran Awal mingguan, Indeks Ekonomi Utama CB, dan Indeks Manufaktur Philly Fed, yang akan dirilis selama sesi Amerika Utara.
Namun, Dolar AS menguat karena penghindaran risiko meningkat karena kekhawatiran atas Tarif terbaru dari Presiden AS Donald Trump, yang telah mengonfirmasi bahwa Tarif 25% untuk impor farmasi, semikonduktor, dan otomotif akan berlaku pada bulan April.
Dolar AS mungkin menguat karena nada hati-hati meningkat menyusul Risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari pertemuan kebijakan bulan Januari. Para pembuat kebijakan Federal Reserve (Fed) menegaskan kembali keputusan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan Januari.
Mereka juga menekankan perlunya lebih banyak waktu untuk menilai aktivitas ekonomi, tren Pasar tenaga kerja, dan inflasi sebelum mempertimbangkan penyesuaian suku bunga.
Komite juga sepakat bahwa tanda-tanda yang jelas dari penurunan inflasi diperlukan sebelum memutuskan pemangkasan suku bunga.(yds)
Sumber: FXstreet

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.