Minyak Stabil, Pasar Waspadai Tarif Baru AS

Harga Minyak dunia tetap stabil pada Jumat pagi meskipun sebelumnya sempat melemah lebih dari 1% di sesi sebelumnya. Brent naik tipis 0,26% ke $71,89 per barel, sementara WTI menguat 0,29% ke $69,46 per barel. Secara mingguan, Brent menuju kenaikan 5% dan WTI berpotensi mencetak kenaikan 6,6%.
Investor saat ini sedang menilai dampak dari Tarif baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, yang mulai berlaku 1 Agustus. Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan Tarif antara 10% hingga 41% untuk puluhan negara, termasuk Kanada, India, dan Taiwan, yang gagal mencapai kesepakatan dagang. Sebaliknya, negara seperti Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris berhasil lolos dari Tarif tersebut.
Salah satu faktor yang mendukung harga Minyak pekan ini adalah potensi terganggunya aliran pasokan akibat ancaman Trump untuk memberlakukan Tarif sekunder 100% terhadap negara yang masih membeli Minyak Rusia. Hal ini bisa membuat sekitar 2,75 juta barel per hari ekspor Minyak Rusia dalam risiko, terutama karena Tiongkok dan India merupakan konsumen terbesar kedua dan ketiga dunia.
Namun, ada juga kekhawatiran bahwa Tarif baru ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global, yang justru dapat menurunkan permintaan Minyak. Data inflasi AS terbaru menunjukkan bahwa harga-harga di dalam negeri sudah mulai naik akibat Tarif yang ada, menambah tekanan terhadap konsumsi energi di negara ekonomi terbesar dan konsumen Minyak nomor satu dunia itu.(ayu)
Sumber: newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.