Franc Swiss Melemah: Tarif Impor AS Bayangi Kenaikan Inflasi yang Tipis

Mata uang franc Swiss mengalami pelemahan hingga mendekati 0,81 terhadap dolar AS, menyusul kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif impor baru dari Amerika Serikat. Meski inflasi di Swiss menunjukkan sedikit kenaikan, tekanan eksternal dari kebijakan perdagangan global dinilai jauh lebih berdampak terhadap arah pergerakan franc.

Pada 1 Agustus, pemerintahan Trump mengumumkan tarif sebesar 39% terhadap ekspor Swiss ke AS—angka ini lebih tinggi dibandingkan tarif sebelumnya sebesar 31% yang diumumkan pada April lalu. Tarif ini direncanakan mulai berlaku pada 7 Agustus dan diperkirakan akan menambah tekanan terhadap ekonomi Swiss yang sudah bergulat dengan kondisi inflasi rendah dan pertumbuhan yang lambat.

Dampak dari tarif tersebut dinilai signifikan, tidak hanya terhadap ekspor langsung tetapi juga terhadap sentimen bisnis dan investasi di Swiss. Dengan ketergantungan tinggi pada perdagangan luar negeri, langkah proteksionis ini berpotensi memperparah tekanan disinflasi yang sudah lama menghantui negara tersebut.

Sementara itu, inflasi Swiss naik tipis menjadi 0,2% secara tahunan pada bulan Juli, sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 0,1%. Meskipun demikian, angka ini masih jauh dari target inflasi yang diharapkan dan menunjukkan bahwa tekanan harga tetap lemah. Kenaikan yang minim ini belum cukup menjadi alasan bagi Swiss National Bank (SNB) untuk mengubah arah kebijakan moneternya secara signifikan.

Fakta bahwa inflasi tetap rendah di tengah guncangan eksternal memperkuat dugaan bahwa SNB mungkin akan kembali menurunkan suku bunga lebih dalam ke wilayah negatif untuk menopang permintaan domestik dan menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah ini akan menjadi bagian dari strategi jangka menengah dalam menghadapi ketidakpastian global yang terus meningkat.

Menambah daftar kekhawatiran, indeks manajer pembelian (PMI) sektor manufaktur Swiss turun menjadi 48,8 pada Juli dari 49,6 di bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan kontraksi yang lebih dalam di sektor industri dan menjadi indikator penting bahwa aktivitas produksi tengah mengalami perlambatan serius. Penurunan PMI ini memperkuat pandangan bahwa perekonomian Swiss sedang menghadapi tekanan struktural yang lebih luas, terutama di tengah pelemahan permintaan global.

Secara keseluruhan, kombinasi antara tarif perdagangan yang meningkat, inflasi yang tetap rendah, dan sektor manufaktur yang melemah menciptakan tekanan berlapis terhadap franc Swiss. Investor dan pelaku pasar pun bersikap lebih berhati-hati, menunggu sinyal kebijakan lebih lanjut dari SNB yang berpotensi menjadi penentu utama arah perekonomian Swiss dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.