Harga Emas Naik, $3.500 di Depan Mata? Tiga Faktor Ini Bisa Jadi Pemicu

Harga emas terus menunjukkan penguatan mingguan dan semakin mendekati level psikologis penting di $3.500 per troy ounce. Sejumlah faktor global saat ini menciptakan momentum positif bagi logam mulia ini, dan memperkuat narasi bahwa emas masih memiliki ruang untuk menembus rekor tertingginya yang tercatat pada April lalu.

Pertama, dari kawasan Asia, pasar tengah menantikan laporan cadangan devisa terbaru dari People’s Bank of China (PBOC) yang akan dirilis pada Kamis. Data ini diperkirakan akan menunjukkan peningkatan lebih lanjut dalam kepemilikan emas oleh bank sentral tersebut. Sejak November tahun lalu, PBOC secara konsisten menambah cadangan emasnya setiap bulan. Tren ini mencerminkan kepercayaan global yang terus tumbuh terhadap emas sebagai aset lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan terhadap dolar AS.

Langkah akumulasi emas oleh bank sentral Tiongkok juga dilihat sebagai strategi diversifikasi yang semakin umum dilakukan oleh bank sentral dunia. Ketika risiko terhadap sistem keuangan global meningkat, emas menjadi pilihan utama untuk menjaga stabilitas nilai aset nasional, dan hal ini memberikan dorongan jangka panjang terhadap permintaan emas global.

Kedua, dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyatakan niatnya untuk mengumumkan nama ketua baru Federal Reserve. Ini membuka peluang bagi Trump untuk menunjuk sosok yang lebih sejalan dengan preferensinya terhadap suku bunga rendah. Tekanan politik terhadap Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, juga semakin memperburuk sentimen terhadap dolar AS. Melemahnya dolar akan memperkuat daya tarik emas, karena harga logam mulia ini cenderung bergerak berlawanan arah dengan nilai mata uang AS.

Situasi ini menciptakan peluang spekulatif baru di pasar emas, terutama jika pengganti Powell cenderung dovish atau jika ketidakpastian kebijakan moneter AS meningkat. Dalam konteks seperti ini, emas dipandang sebagai aset safe haven yang lebih stabil dibandingkan obligasi atau mata uang fiat.

Ketiga, lingkungan pasar yang mendukung saat ini juga berpotensi meningkatkan arus masuk ke produk investasi berbasis emas, seperti exchange-traded funds (ETF). Data terbaru menunjukkan bahwa kepemilikan emas oleh ETF telah meningkat setiap bulan sepanjang tahun ini, kecuali satu bulan. Posisi saat ini berada sangat dekat dengan level tertinggi dua tahun yang tercapai pada 25 Juli.

Minat investor terhadap ETF emas menjadi indikator penting dari permintaan spekulatif maupun institusional terhadap emas fisik. Ketika ketidakpastian pasar meningkat dan ekspektasi suku bunga rendah mendominasi, investor cenderung memperbesar eksposur mereka terhadap aset aman seperti emas.

Secara keseluruhan, kombinasi dari peningkatan cadangan emas bank sentral, ketidakpastian kebijakan moneter AS, serta pertumbuhan permintaan melalui ETF menunjukkan bahwa emas berada dalam posisi kuat untuk terus menguat. Dengan latar belakang makroekonomi yang mendukung, bukan tidak mungkin harga emas akan menembus level $3.500 dalam waktu dekat, asalkan sentimen pasar tetap mengarah pada pelarian dari aset berisiko.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.