Dolar AS Anjlok di Bawah 98,00 Seiring Meningkatnya Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Dolar

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap enam mata uang utama, kembali melemah untuk sesi kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran 97,80 pada perdagangan Eropa hari Rabu. Tekanan jual ini mencerminkan sentimen pasar yang semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan September mendatang.

Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga kini melonjak menjadi sekitar 96%, naik dari 86% sehari sebelumnya. Katalis utama peningkatan ekspektasi ini adalah data inflasi Amerika Serikat terbaru yang menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan, memicu spekulasi bahwa The Fed akan mengambil langkah pelonggaran kebijakan moneter lebih cepat.

Inflasi AS Melemah, Dorong Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Data Consumer Price Index (CPI) AS untuk Juli mencatat kenaikan tahunan sebesar 2,7%, sama dengan bulan sebelumnya namun di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,8%. Sementara itu, inflasi inti (Core CPI) naik 3,1% secara tahunan, lebih tinggi dibanding Juni yang sebesar 2,9% dan juga melampaui konsensus pasar sebesar 3,0%. Secara bulanan, CPI dan Core CPI masing-masing naik 0,2% dan 0,3%, sesuai perkiraan analis.

Perlambatan inflasi headline yang disertai kenaikan inflasi inti ini memberi sinyal kompleks bagi pasar. Di satu sisi, tekanan harga umum mulai mereda, namun di sisi lain inflasi yang lebih dalam (inti) tetap tinggi, membuat keputusan The Fed menjadi lebih strategis. Meski demikian, pasar obligasi dan forex menilai data ini sebagai sinyal bahwa pelonggaran kebijakan semakin dekat.

Faktor Politik Ikut Tekan Dolar AS

Selain faktor ekonomi, Dolar AS juga tertekan oleh dinamika politik. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terkait penanganan renovasi kantor pusat bank sentral tersebut. Isu ini memunculkan kekhawatiran akan independensi The Fed, yang pada gilirannya memperburuk sentimen terhadap Greenback.

Arah Kebijakan The Fed Jadi Fokus Pasar

Pernyataan Gubernur The Fed Michelle Bowman minggu lalu bahwa tiga kali pemangkasan suku bunga mungkin diperlukan tahun ini semakin memperkuat spekulasi pelonggaran moneter. Investor kini menantikan pidato dari Presiden Fed Richmond Thomas Barkin, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee pada hari Rabu untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga.

Dengan kombinasi data inflasi yang melemah, tensi politik, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang tinggi, prospek Dolar AS dalam jangka pendek tampak rapuh. Trader forex perlu mencermati setiap pernyataan pejabat The Fed, karena arah pasar bisa berubah cepat jika nada kebijakan berubah.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.