Dollar AS kembali menguat tipis terhadap mayoritas mata uang G-10 pada Kamis, didorong kenaikan imbal hasil obligasi AS jelang rilis data ketenagakerjaan resmi dan swasta. Bloomberg Dollar Index naik sekitar 0,06% setelah anjlok 0,4% sehari sebelumnya, ketika data payroll swasta yang melemah memicu spekulasi kuat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pekan depan. Pasar kini menunggu data klaim pengangguran awal dan laporan PHK Challenger untuk memperjelas arah kebijakan moneter.
Di sisi lain, dolar Australia naik sekitar 0,1% ke level $0,6609. Ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) dapat menaikkan suku bunga seawal Februari—ditopang lonjakan yield obligasi 3 tahun di atas 4%—membuat Aussie lebih menarik dibanding mata uang regional.
Beberapa analis menilai penguatan dolar AS bersifat sementara. Peter Dragicevich dari Corpay Inc. menyoroti perlambatan ekonomi AS, pelemahan pasar tenaga kerja, serta peluang penurunan suku bunga sebagai faktor yang berpotensi menekan dolar. Saat ini, yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,07% dan yield 2 tahun di sekitar 3,49%.
Pergerakan mata uang lain relatif terbatas. USD/JPY naik tipis 0,08% ke 155,38, sementara euro dan pound sedikit tertekan: EUR/USD turun 0,1% ke 1,1659 dan GBP/USD melemah 0,1% ke 1,3339. Arah dolar selanjutnya sangat bergantung pada hasil data tenaga kerja AS yang dirilis malam ini.
Sumber : newsmaker.id
