Pergerakan harga perak yang kini stabil di kisaran US$57 per troy ounce muncul setelah reli cepat membawa logam mulia ini menyentuh rekor mendekati US$59 pada awal pekan. Tekanan jual terjadi ketika para trader memilih mengamankan keuntungan dari lonjakan yang dianggap terlalu agresif. Koreksi lebih dari 2% pada sesi sebelumnya juga mengeluarkan perak dari zona “overbought”, sehingga penurunan ini tampak lebih sebagai jeda sehat jangka pendek ketimbang sinyal pembalikan tren besar.
Kenaikan terbaru harga perak terutama digerakkan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada pertemuan minggu depan. Kontrak swap menunjukkan pasar hampir sepenuhnya yakin pemangkasan suku bunga akan terjadi, sebuah kondisi yang biasanya menguntungkan logam mulia seperti perak dan emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Menariknya, ekspektasi tersebut tetap kuat meski data terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran AS turun ke level terendah tiga tahun, menandakan pasar tenaga kerja yang masih cukup solid.
Pada pukul 07.45 waktu Singapura, harga perak turun tipis 0,2% ke level US$57,02 per troy ounce, sementara emas cenderung bergerak datar di kisaran US$4.205 per troy ounce. Harga platinum dan paladium juga relatif tidak berubah. Di sisi lain, Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,1% pada sesi sebelumnya, sebuah pergerakan yang biasanya dapat menahan laju penguatan logam mulia karena dolar yang lebih kuat membuatnya lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
Sumber : newsmaker.id
