Rusia Kirim Minyak ke India, Namun Pasar Tetap Dibayangi Ketakutan Oversupply

Harga minyak dunia bergerak stabil pada awal pekan, dengan Brent diperdagangkan sedikit di bawah US$64 per barel dan WTI mendekati US$60 per barel. Kenaikan beruntun selama dua pekan terakhir menjadi sinyal awal pemulihan, namun pasar tetap berhati-hati. Fokus kini tertuju pada hubungan energi Rusia–India setelah Presiden Vladimir Putin menjanjikan “pasokan bahan bakar tanpa gangguan” kepada New Delhi, sebuah komitmen yang berpotensi menjadi agenda utama ketika negosiator AS tiba untuk membahas urusan perdagangan dengan India.

Ketegangan geopolitik terus memainkan peran besar dalam sentimen harga. Konflik Rusia–Ukraina belum menunjukkan tanda penyelesaian, sementara upaya mediasi internasional berjalan tersendat. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang menolak beberapa usulan perdamaian dari Washington. Di lapangan, situasi makin memanas setelah serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia, termasuk terminal CPC di Laut Hitam yang menjadi jalur ekspor vital. Gangguan pada aktivitas pemuatan langsung mendorong kenaikan harga minyak fisik, apalagi fasilitas energi lain juga menjadi sasaran.

Meski risiko geopolitik meningkat, pasar minyak masih dihantui kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global. Produksi dari negara-negara OPEC+ serta produsen di luar kartel—seperti AS, Brasil, dan Guyana—terus berpotensi melampaui pertumbuhan permintaan yang melambat. Pekan ini, laporan bulanan dari EIA, IEA, dan OPEC akan menjadi penentu arah pasar berikutnya, terutama bagi pelaku industri yang mencari indikasi keseimbangan suplai-permintaan.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa jika aliran minyak Rusia terus berhasil menghindari sanksi internasional, harga Brent bahkan bisa tertekan hingga mendekati US$60 per barel pada 2026. Skenario tersebut menegaskan bahwa ancaman oversupply belum akan hilang dalam waktu dekat, meski dinamika geopolitik sesekali memberikan dorongan positif pada harga. Bagi pasar global, kestabilan harga minyak bergantung pada dua hal yang saling bertolak belakang: ketegangan politik yang mengerek harga dan laju produksi yang menekan pasar. Dalam kondisi seperti ini, kehati-hatian menjadi kunci bagi para pelaku industri energi untuk menavigasi ketidakpastian yang terus berlangsung.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.