Volatilitas Tinggi Berlanjut, Emas Masih Mencari Arah Baru

Harga emas menunjukkan pergerakan yang relatif stabil setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut, di tengah aktivitas perdagangan yang tipis akibat banyaknya pasar Asia yang tutup untuk libur Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang rendah ini membuat pergerakan harga menjadi lebih mudah bergejolak, bahkan tanpa adanya katalis besar yang jelas. Situasi tersebut mencerminkan pasar yang masih rapuh, di mana perubahan sentimen kecil sekalipun dapat memicu fluktuasi harga yang signifikan.

Pada awal perdagangan, emas batangan diperdagangkan di kisaran USD 4.880 per ons, setelah sebelumnya anjlok lebih dari 3% dalam dua sesi akibat penguatan dolar Amerika Serikat. Volatilitas juga masih terasa sejak aksi jual besar-besaran di awal bulan, yang menandai perubahan tajam dari tren reli sebelumnya. Indeks dolar utama sempat menguat hingga 0,4% pada hari Selasa sebelum memangkas sebagian kenaikannya, menambah tekanan jangka pendek pada harga emas yang sensitif terhadap pergerakan mata uang AS.

Sebelumnya, reli kuat telah mendorong harga emas mencetak rekor baru di atas USD 5.595 per ons pada akhir Januari. Namun, kondisi pasar yang dinilai terlalu panas memicu pembalikan arah secara tajam, dengan harga jatuh mendekati USD 4.400 hanya dalam dua sesi perdagangan. Meskipun emas berhasil memulihkan sebagian kerugiannya, hingga kini pasar masih kesulitan menemukan level support yang benar-benar solid. Sejumlah bank besar seperti BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc. menilai bahwa tren kenaikan emas masih berpotensi berlanjut. Faktor pendukung yang tetap kuat antara lain meningkatnya ketegangan geopolitik, pergeseran minat investor dari obligasi dan beberapa mata uang, serta kekhawatiran terhadap independensi kebijakan Federal Reserve.

Dalam jangka pendek, perhatian investor tertuju pada pernyataan para pejabat bank sentral AS untuk membaca arah kebijakan moneter ke depan. Ekspektasi penurunan suku bunga umumnya memberikan sentimen positif bagi aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Hal ini sempat terlihat pada hari Jumat, ketika emas menguat sesaat setelah data inflasi yang moderat memperkuat argumen untuk biaya pinjaman yang lebih rendah.

Dari sisi komentar kebijakan, Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan bahwa suku bunga sebaiknya tetap stabil “untuk beberapa waktu” hingga terdapat bukti yang lebih kuat bahwa inflasi benar-benar bergerak menuju target 2%. Sementara itu, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menilai masih ada ruang untuk penurunan suku bunga tahun ini apabila inflasi terus melandai. Pada pukul 08.51 waktu Singapura, harga emas spot hampir tidak berubah di USD 4.880,18 per ons, perak turun 1% ke USD 72,83, platinum naik 0,9%, dan paladium menguat 0,5%. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index tercatat datar pada hari Rabu dan naik 0,2% sepanjang pekan ini, menegaskan bahwa volatilitas masih menjadi tema utama di pasar emas global.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.