Setelah Anjlok 4%, Emas Mulai Bangkit

Harga emas kembali menguat setelah terjun lebih dari 4% pada sesi sebelumnya, ketika pelaku pasar menimbang tekanan dari penguatan dolar AS terhadap permintaan safe haven yang kembali muncul di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Emas kembali bergerak di atas US$5.100 per ons, didorong aksi beli saat harga turun (buy on dip) setelah reli empat hari berakhir pada Selasa. Indeks dolar AS tercatat menguat sekitar 1,4% sepanjang pekan ini, sementara imbal hasil obligasi juga meningkat. Di saat yang sama, pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi pelonggaran moneter seiring meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi.

Tekanan jual luas di pasar saham turut memicu sebagian investor melikuidasi posisi pada Selasa guna memenuhi margin call di portofolio lain. Peter Kinsella, Head of Global FX Strategy di Union Bancaire Privée, menyebut pergerakan emas mencerminkan pola “portfolio de-risking” yang lazim terjadi saat konflik. Ia menambahkan bahwa posisi long di pasar futures emas dinilai tidak terlalu padat, sehingga membatasi potensi penurunan lebih dalam.

Sejak awal tahun, harga emas telah naik hampir 20% dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$5.595 per ons pada akhir Januari. Permintaan ditopang kombinasi ketegangan geopolitik dan perdagangan yang persisten, serta kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve.

Ketegangan pasar tetap tinggi seiring perang AS–Israel melawan Iran yang terus meluas. Israel dilaporkan melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran pada Selasa. Media Israel juga menyebut sebuah bangunan di Qom—yang dikaitkan dengan pertemuan ulama membahas suksesi Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei—menjadi target, meski media semi-resmi Iran menyatakan bangunan tersebut diserang namun tidak digunakan.

Kinsella menilai pemulihan emas berpotensi berlanjut karena faktor pendorong jangka panjang belum berubah. Ketidakpastian hasil perang justru bisa semakin menonjolkan risiko geopolitik—yang biasanya menopang minat terhadap aset lindung nilai. Namun, risiko inflasi akibat lonjakan energi dapat membatasi kenaikan emas, karena bisa memaksa The Fed dan bank sentral global mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan berpotensi mengetatkannya kembali.

Saat ini pasar memperkirakan sekitar 80% peluang pemangkasan suku bunga The Fed lebih dari 25 basis poin tahun ini—turun dari pekan lalu ketika ekspektasi mengarah pada dua kali pemangkasan penuh. Suku bunga tinggi umumnya menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Dalam upaya mencegah krisis energi, Presiden Donald Trump menyatakan AS akan menyediakan pengawalan angkatan laut dan perlindungan asuransi guna memastikan jalur aman bagi kapal tanker melalui Selat Hormuz. Meski demikian, lalu lintas di jalur strategis yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia dilaporkan hampir terhenti akibat konflik yang berlangsung.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.