Harga Emas Dekati US$4.300 Setelah Reli Empat Hari, Pasar Fokus ke Data NFP AS

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Asia Kamis, 6 Agustus 2026, memperpanjang reli untuk hari keempat berturut-turut. Emas spot naik mendekati US$4.283 per troy ounce setelah melonjak lebih dari 4% pada sesi sebelumnya. Secara kumulatif, harga emas telah menguat hampir 6% sepanjang pekan ini dan semakin mendekati level psikologis US$4.300 per troy ounce. Pada penutupan Rabu, emas spot berada di US$4.253,36, sementara kontrak berjangka Desember ditutup di US$4.305,20.

Kenaikan tajam ini terutama dipicu oleh tercapainya kesepakatan sementara antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz. Prospek pulihnya sebagian arus pengiriman minyak membuat harga energi melemah dan menurunkan kekhawatiran inflasi global. Meredanya risiko inflasi mendorong pasar memangkas proyeksi kenaikan suku bunga Federal Reserve menjadi hanya satu kali lagi sebelum akhir tahun. Kondisi suku bunga yang lebih rendah umumnya menguntungkan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Meski sentimen awal sangat positif, kesepakatan Hormuz belum berarti pembukaan penuh jalur tersebut akan terjadi dalam waktu dekat. Pengaturan sementara diperkirakan berlaku selama 60 hari hingga empat bulan sambil menunggu penyelesaian sejumlah isu penting seperti biaya transit, pengawasan kapal, blokade pelabuhan Iran, dan peran Garda Revolusi Iran. Ketidakpastian implementasi ini membuat risiko volatilitas di pasar minyak dan emas tetap tinggi.

Dukungan tambahan bagi emas datang dari melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Data ADP menunjukkan perusahaan swasta hanya menambah sekitar 44.000 lapangan kerja pada Juli, jauh di bawah perkiraan sekitar 70.000. Angka tersebut merupakan sinyal bahwa perekrutan mulai melambat dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS kehilangan sebagian momentumnya.

Indikator ketenagakerjaan dalam indeks ISM Services juga turun ke zona kontraksi di level 47,4, meskipun aktivitas sektor jasa secara keseluruhan masih ekspansif. Data ini menunjukkan perusahaan jasa tetap beroperasi cukup baik, tetapi mulai menahan perekrutan tenaga kerja. Bagi pasar emas, kombinasi perlambatan perekrutan dan ekspektasi suku bunga yang lebih rendah menjadi katalis positif jangka pendek.

Fokus investor kini tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat. Konsensus pasar memperkirakan penambahan sekitar 80.000 lapangan kerja pada Juli, dengan tingkat pengangguran bertahan di sekitar 4,2%. Data tersebut akan menjadi penentu utama arah emas berikutnya karena Federal Reserve sangat memperhatikan kondisi pasar tenaga kerja dalam menentukan kebijakan moneternya.

Namun, ancaman kenaikan suku bunga belum sepenuhnya hilang. Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menegaskan bahwa ia siap mendukung pengetatan moneter apabila inflasi tidak segera menunjukkan penurunan yang memadai. Pernyataan tersebut mengingatkan pasar bahwa The Fed masih mempertahankan sikap waspada terhadap tekanan harga.

Kekhawatiran inflasi juga tercermin dari lonjakan indeks harga sektor jasa ISM ke level 70,3, yang menandakan tekanan biaya masih tinggi. Angka tersebut menunjukkan bahwa inflasi jasa belum sepenuhnya terkendali sehingga ruang bagi The Fed untuk mengabaikan risiko inflasi tetap sangat terbatas. Faktor inilah yang menahan sebagian investor untuk mengejar kenaikan emas secara terlalu agresif menjelang data NFP.

Dari perspektif teknikal, momentum emas masih tergolong bullish selama harga bertahan di atas area US$4.250. Zona US$4.285–US$4.300 menjadi resistance utama jangka pendek. Penembusan kuat di atas area tersebut dapat membuka jalan menuju kisaran US$4.330–US$4.350 per troy ounce. Sebaliknya, kegagalan menembus US$4.300 berpotensi memicu aksi ambil untung dan membawa harga kembali ke US$4.250, kemudian ke area US$4.220–US$4.200.

Skenario jangka pendek sangat bergantung pada hasil data tenaga kerja AS. NFP yang lebih lemah dari perkiraan kemungkinan akan memperpanjang reli emas karena pasar semakin yakin bahwa The Fed mendekati akhir siklus pengetatan. Sebaliknya, NFP yang kuat disertai pertumbuhan upah tinggi dapat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga, mendorong penguatan dolar AS, dan memicu koreksi harga emas.

Secara keseluruhan, emas saat ini berada dalam fase penguatan yang kuat dengan dukungan dari turunnya harga minyak, meredanya risiko inflasi energi, dan melemahnya data ketenagakerjaan AS. Meski demikian, pasar masih menghadapi ketidakpastian terkait implementasi kesepakatan Hormuz dan arah kebijakan Federal Reserve. Oleh karena itu, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dan laporan NFP akan menjadi katalis paling penting yang menentukan apakah emas mampu menembus level psikologis US$4.300 secara berkelanjutan atau justru mengalami koreksi jangka pendek.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.