Harga Emas Kembali Tertekan, Keputusan FOMC Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Harga emas kembali menghadapi tekanan pada sesi perdagangan Asia Selasa, 27 Oktober 2026, seiring penguatan dolar Amerika Serikat yang menghentikan upaya pemulihan terbatas pada sesi sebelumnya. Meski demikian, pasangan XAU/USD masih mampu bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu keputusan kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan pada Rabu.

Tekanan terhadap emas terutama berasal dari ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan pendekatan kebijakan moneter yang ketat. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember telah melampaui 80%, terutama akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh tingginya harga energi. Jika tekanan harga terus bertahan, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau mengambil langkah pengetatan tambahan untuk mengendalikan inflasi.

Perhatian investor kini tertuju pada pernyataan kebijakan FOMC serta komentar Ketua The Fed, Kevin Warsh, setelah keputusan suku bunga diumumkan. Tanpa adanya proyeksi ekonomi terbaru, perubahan nada komunikasi bank sentral akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Sikap yang lebih hawkish atau cenderung ketat berpotensi memperkuat dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap harga emas. Sebaliknya, sinyal yang lebih berhati-hati terhadap prospek ekonomi dapat mengubah ekspektasi pasar mengenai suku bunga dan memberikan ruang bagi emas untuk pulih.

Selain keputusan FOMC, pelaku pasar juga menantikan data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal III serta indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang menjadi salah satu indikator inflasi utama bagi The Fed. Kedua data tersebut akan membantu investor menilai kekuatan aktivitas ekonomi dan seberapa besar tekanan inflasi masih bertahan. Angka pertumbuhan yang solid disertai inflasi tinggi dapat memperkuat ekspektasi kebijakan ketat, sedangkan perlambatan ekonomi dan meredanya inflasi berpotensi mengurangi tekanan terhadap logam mulia.

Kenaikan kembali imbal hasil obligasi pemerintah AS, setelah sebelumnya turun ke level terendah dalam tiga minggu, turut memperkuat dolar dan membebani emas. Berbeda dengan obligasi yang memberikan imbal hasil, emas tidak menghasilkan pendapatan bunga. Oleh karena itu, ketika imbal hasil obligasi meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih tinggi dan dapat mendorong investor mengalihkan sebagian dananya ke aset berbunga.

Risiko geopolitik juga masih membatasi peluang pemulihan harga emas. Kebuntuan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah serangan terbaru terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi yang didukung Iran, mempertahankan ketidakpastian di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai, termasuk emas, tetapi pengaruhnya masih berhadapan dengan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Dalam jangka pendek, pergerakan XAU/USD akan sangat ditentukan oleh hasil pertemuan FOMC, pernyataan Kevin Warsh, serta perkembangan data ekonomi Amerika Serikat. Level US$4.000 per troy ounce menjadi area psikologis penting yang sejauh ini masih mampu dipertahankan. Jika dolar terus menguat dan imbal hasil obligasi meningkat, risiko penurunan emas akan tetap terbuka, termasuk kemungkinan menembus level tersebut. Sebaliknya, apabila komunikasi The Fed lebih lunak dari perkiraan atau ketidakpastian geopolitik meningkat, emas berpeluang memperoleh dukungan untuk kembali menguat.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.