Harga Perak Turun di Tengah Koreksi Teknikal
Harga perak (XAG/USD) turun kembali dari kenaikan sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $30.80 per troy ounce pada sesi Asia Senin pagi. Penurunan ini diduga dipicu oleh koreksi teknikal yang serupa dengan pelemahan yang terjadi pada harga emas, sesama logam mulia.
Namun, sebagai aset safe-haven, perak masih memiliki potensi untuk pulih, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat akibat eskalasi konflik Rusia-Ukraina.
Faktor Geopolitik: Rusia-Ukraina Memanas
Pada Jumat lalu, Presiden Vladimir Putin mengonfirmasi bahwa Rusia telah melakukan uji coba rudal hipersonik jarak menengah, menyerang kota Dnipro di Ukraina. Serangan ini diklaim sebagai langkah balasan terhadap serangan Ukraina di wilayah Rusia, yang dilakukan menggunakan senjata dari AS dan Inggris.
Ketegangan ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap perak sebagai aset lindung nilai, karena investor mencari keamanan di tengah ketidakpastian global.
Dampak Dolar AS yang Melemah
Harga perak juga mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS, menyusul pengumuman Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang menunjuk Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan.
Scott Bessent, yang dikenal sebagai tokoh konservatif fiskal dan berpengalaman di Wall Street, diperkirakan akan mengambil pendekatan yang lebih hati-hati terhadap tarif perdagangan. Langkah ini meredakan kekhawatiran atas kebijakan perdagangan yang agresif, yang sebelumnya sempat menekan pasar.
Tekanan dari Ekspektasi Kebijakan Moneter The Fed
Meskipun perak tidak memberikan imbal hasil bunga, harga logam ini dapat tertekan oleh peluang biaya yang lebih tinggi, terutama jika Federal Reserve memperlambat laju pemangkasan suku bunga.
Data PMI Global S&P AS yang dirilis pada Jumat lalu menunjukkan angka yang kuat, meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan bersikap lebih hati-hati dalam kebijakan moneternya. Berdasarkan alat CME FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% kini berada pada angka 50,9%, turun dari 61,9% seminggu sebelumnya.
Outlook Harga Perak: Peluang Pemulihan Tetap Ada
Meskipun mengalami tekanan jangka pendek, prospek harga perak tetap positif di tengah kombinasi ketegangan geopolitik dan dolar AS yang lebih lemah. Namun, investor perlu memantau perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan moneter The Fed dan data ekonomi utama lainnya, seperti:
- Indeks Kepercayaan Konsumen AS: Memberikan gambaran tentang sentimen rumah tangga terhadap ekonomi.
- Data Inflasi PCE: Indikator utama inflasi yang digunakan oleh The Fed untuk menentukan kebijakan suku bunga.
Harga perak saat ini berada dalam fase koreksi, tetapi ketidakpastian geopolitik dan pelemahan dolar AS dapat menjadi katalis bagi pemulihan. Investor disarankan untuk terus memantau faktor teknikal dan fundamental untuk menentukan langkah investasi yang tepat.