Harga Minyak Bangkit Tipis, Perdamaian AS-Iran Masih Dibayangi Ketidakpastian

Harga minyak dunia menguat pada awal perdagangan Asia, Senin (29 Juni), setelah meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan keraguan terhadap keberlangsungan kesepakatan damai sementara yang telah dicapai kedua negara. Meski demikian, kenaikan harga masih terbatas karena laporan terbaru menyebutkan bahwa Washington dan Teheran tetap berkomitmen melanjutkan perundingan damai di Qatar pada pekan ini.

Kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik sekitar 0,8% ke level US$72,56 per barel. Penguatan ini menjadi upaya pemulihan setelah harga minyak sebelumnya menyentuh level terendah dalam empat bulan akibat meredanya premi risiko geopolitik. Sentimen positif sempat muncul setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian damai sementara yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Selain meredanya ketegangan geopolitik, tekanan terhadap harga minyak sebelumnya juga dipicu oleh membaiknya kondisi pasokan. Arus pelayaran melalui Selat Hormuz dilaporkan kembali mendekati tingkat normal sebelum konflik terjadi. Perkembangan tersebut membuat pelaku pasar menilai risiko gangguan distribusi energi mulai berkurang. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut dapat berdampak besar terhadap keseimbangan pasokan energi global.

Namun, sentimen pasar kembali berubah setelah muncul laporan mengenai serangan baru yang terjadi pada akhir pekan. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan saling melancarkan serangan sebagai respons atas perbedaan pandangan terkait kewenangan Iran di Selat Hormuz. Aksi balasan tersebut sempat memperlambat aktivitas pelayaran di kawasan itu dan mendorong harga minyak kembali bergerak naik pada awal pekan.

Meskipun demikian, kenaikan harga minyak tidak berlangsung signifikan setelah beredar laporan bahwa kedua negara telah menyepakati penghentian permusuhan secara langsung dan akan melanjutkan perundingan baru di Qatar. Informasi tersebut membantu meredakan kepanikan pasar, meskipun investor tetap berhati-hati karena menilai kesepakatan damai yang ada masih bersifat sementara dan rentan terhadap gangguan.

Pada pekan sebelumnya, harga minyak anjlok lebih dari 10% hingga kembali ke level sebelum konflik terjadi. Penurunan tajam tersebut dipicu oleh tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang mengurangi kekhawatiran terhadap risiko pasokan energi global. Meskipun demikian, prospek perdamaian di kawasan Timur Tengah masih menghadapi tantangan besar.

Salah satu hambatan utama berasal dari ketegangan yang masih berlangsung antara Israel dan Lebanon. Iran dikabarkan menginginkan agar Lebanon turut dimasukkan dalam cakupan perjanjian damai yang lebih luas, sementara bentrokan antara Israel dan kelompok Hizbullah di wilayah selatan Lebanon masih terus berlangsung. Kondisi tersebut membuat risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda dan tetap menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, pasar minyak masih berada dalam fase yang sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Di satu sisi, normalisasi pasokan dan berlanjutnya proses diplomasi memberikan harapan bagi stabilitas pasar energi. Namun di sisi lain, rapuhnya kesepakatan damai serta potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah membuat investor tetap mewaspadai kemungkinan lonjakan volatilitas harga minyak dalam beberapa waktu mendatang.

Sumber : www.newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.